Hetifah Dorong Semakin Banyak Dosen Manfaatkan BPI untuk Jenjang S3

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2022 tentang  pemberian izin tugas belajar bagi dosen pegawai negeri sipil. SE tersebut merupakan kabar bahagia bagi para dosen Indonesia dengan dispensasi batas usia maksimal dalam mendaftar studi S3 (doktoral) menggunakan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

 

Mengetahui hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi dispensasi persyaratan bagi dosen yang ingin mendaftar BPI.

 

“Saya mengapresiasi langkah Kemdikbud Ristek yang memberikan dispensasi kebijakan terkait batas usia untuk mendaftar BPI. Jika masa kerja sebanyak 3x masa studi masih dapat dipenuhi sebelum masa pensiun kandidat, maka dosen usia 53 tahun masih bisa mendaftar,” kata Hetifah lewat keteranganya, Selasa (22/3/2022).

 

Untuk itu, politisi Partai Golkar tersebut mengimbau agar lebih banyak dosen yang memanfaatkan BPI. Pasalnya, berdasarkan data pendidikan tinggi (dikti), saat ini ada sekitar 296 ribu dosen yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, baru 42 ribu yang menyelesaikan jenjang S3.  “Kebanyakan dosen Indonesia masih berstatus S2. Saya mendorong agar lebih banyak lagi dosen Indonesia yang memanfaatkan BPI untuk S3,” katanya.

 

Menurut Hetifah  peningkatan kapasitas dosen melalui studi S3 adalah hal yang urgent. Selain untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi para generasi masa depan, dosen Indonesia juga perlu meningkatkan partisipasinya di dunia akademik internasional.  ” Dengan semakin banyak dosen S3, saya harap akan lebih banyak sumbangsih gagasan bagi IPTEK Indonesia yang terus berkembang,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.