Banner sumsel

Herman Deru : Watak Keras, Teguh Pegang Prinsip, Memang Tabiat Wong Kito Nian

Gubernur Silaturahmi dengan Ikatan Masyarakat (IMA) Sumsel yang ada di Jakarta

JAKARTA,koranindonesia.id-Mengisi agenda akhir pekannya, Sabtu (20/4) kemarin, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia melakukan silaturahmi dengan warg Sumsel yang ada di Jakarta.

Silaturahmi yang penuh dengan nuansa kekelurgaan dan keakraban tersebut dilangsungkan di rumah limas anjungan Provinsi Sumatera Selatan yang terletak diarea Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu siang.

Upaya Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan istri untuk tiba di anjungan milik Provinsi Sumsel tersebut ternyata tidak gampang. Ditengah cuaca terik dan panas. Ditambah dengan padatnya pengunjung yang antri dipintu masuk yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Menyusul digratiskannya tiket masuk TMII oleh pihak pengelola dalam rangka HUT TMII yang ke-44 Tahun 2019.

Namun ternyata kondisi yang sedemikian padat tersebut tidak menyurutkan semangat dan keinginan Gubernur Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel ini untuk bertemu sekaligus melepas rasa kangennya dengan warga Sumsel yang ada diranah Betawi tersebut.

Berkat usaha yang gigih dengan berjalan kaki mencapai puluhan meter. Akhirnya mantan Bupati OKU Timur dua periode ini bisa tiba tepat waktu dianjungan Sumsel.

Kehadiran Herman Deru dan istri ini disambut antusias oleh warga Sumsel di Jakarta yang terdiri dari beberapa suku yang ada di Bumi Sriwijaya diantaranya dari Zuriat Bangsawan Palembang Darussalam, Silaturahmi Wong Palembang, Tunas Komering Betun Jabodetabek, Silaturahmi Nusantara, Ikatan Persatuan Paguyuban Sumatera (IPPS), Anak Rantau Palembang (ARP), Yayasan Azahra, Srikandi TP Sriwijaya, dan Tenaga Pembangunan Sriwijaya.

Dalam silaturahmi tersebut Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga dengan warga Sumsel yang ada di Jakarta meskipun jauh dirantau dengan berbagai kesibukan namun tetap kompak dalam menjalin tali silaturahmi. Dibuktikan dengan terselenggaranya silaturami yang dihadiri berbagai organisasi kerukunan adat Sumsel yang ada di Jakarta.

“Terus terang saja. Saya merasa bangga sebagai warga Sumatera Selatan. Meskipun watak dan tabiat kita orang Sumsel itu keras. Namun kita tetap bisa solid dan kuat. Teguh memegang prinsip dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Watak keras itu memang tabiat wong kito nian,” tegas Herman Deru mengawali sambutannya yang disambut tepuk riuh para hadirin.

Lebih lanjut Herman Deru mohon maaf pada warga Sumsel yang ada dirantauan khususnya di kota Jakarta. Karena semenjak dilantik menjadi Gubernur Sumsel, 1 Oktober 2018 lalu baru kali ini dapat beratap muka. Mengingat padatnya agenda kegiatan dalam daerah yang mendesak untuk segera dituntaskan.

“Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan ditempat ini. Saya memang sengaja ingin berjumpa warga Sumsel. Mudah-mudahan setelah ini ada lagi pertemuan berikutnya,” tambah Gubernur.

Menurut gubernur, jumlah warga Sumsel yang ada di perantauan saat ini cukup banyak. Yang terdiri atas berbagai suku dengan berbagai profesi dan strata sosial yang berbeda-beda. Namun hal tersebut bukan alasan untuk tidak menjaga tali persaudaraan. Terlebih dalan kurun waktu enam bulan terakhir di tengah hiruk pikuk pesta dekorasi Pileg dan Pilpres, persaudaraan warga Sumsel diuji. Namun kekhatirannya akan terjadi perpecahan karena beda pilihan ternyata tidak terbukti.

“Kita tahu di Sumsel sendiri terdiri atas berbagai macam suku, dengan watak dan kepribadian yang keras. Belum lagi pilihan politik masing-masing orang berbeda. Beberapa hari yang lalu kita telah melaksanakan hak pilih. Alhamdulillah pesta demokrasi tersebut berjalan lancar dan tidak terjadi perpecahan seperti yang saya khawatirkan. Ini membuktikan masyarakat Sumsel solid dan kuat. Dan Sumsel tetap utuh,” tambahnya.

Dihadapan ratusan warga Sumsel tersebut, Herman Deru berjanji tidak akan mengecewakan masyarakat Sumsel termasuk yang kini ada di perantauan. Untuk itu dirinya dan jajaran terus berupaya melakukan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di Sumsel. Bahkan dia mengaku dalam kurun waktu 200 hari kerja pasca dilantik menjadi Gubernur Sumsel. Dirinya lebih banyak menjalankan aktivitas di luar kantor, berkeliling mengunjungi kabupaten/kota di Sumsel.

“Selalu dalam kunjungan kerja ke daerah-daerah. Saya tekankan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Kearifan lokal kembali kita hidupkan. Budaya dan adat istiadat kita jaga dan lestarikan dengan berbagai bentuk seperti souvenir kerajinan tangan. Pakaian adat khas daerah kita kembali angkat kepermukaan. Produk lokal khas daerah tersebut kalau kita kemas dengan baik dan semenarik mungkin, tentunya tidak akan kalah dengan produk dari daerah lain. Dan ini dapat menjadi kebanggaan bagi kita warga Sumsel,” paparnya.

Dibagian akhir sambutannya, Gubernur Herman Deru berpesan kepada warga masyarakat Sumsel yang telah berhasil dan sukses diranah rerantauan untuk dapat mengajak dan membantu masyarakat Sumsel lainnya yang belum beruntung.

“Bagi yang sudah sukses atau menjadi pejabat. Tolonglah saudara-saudara kita, sesama warga Sumsel yang belum berhasil di perantauan ini. Dibantu dan diajak agar mereka juga ada rasa bangga menjadi warga Sumsel,” harap Gubernur.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Masyarakat (IMA) Sumsel, Mudai Madang menyampaikan organisasi IMA Sumsel sudah lama terbentuk. Dan dirinya didaulat menjadi Ketua Umum.

“Dalam IMA Sumsel terdiri dari banyak tokoh -tokoh senior, diantaranya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Amzulian Rivai. Besar harapan IMA Sumsel untuk dapat bertemu dan berkomunikasi dengan bapak Gubernur seperti ini,” kata Mudai Madang.

Dirinya berharap ada pertemuan ulang antara Gubernur Herman Deru dan IMA Sumsel di kesempatan berikutnya. Seperti momen buka puasa bersama atau tarawih berjemaah bulan Ramadhan mendatang.

“Warga Sumsel yang berdomisili di Jakarta ada sekitar 18 ribu jiwa. Gubernur tidak perlu khawatir. Warga Sumsel di perantauan sangat solid”, ungkap Mudai Madang.

Usai bersilaturahmi dengan perwakilan masyarakat Sumsel di Jakarta, Gubernur Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia dan Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya berkenan mencicipi kuliner khas Palembang dilanjutkan dengan berkeliling meninjau rumah limas berikut melihat perlengkapan dan pernak-pernik khas daerah kabupaten/kota di Sumsel yang ada di anjungan Sumsel.

Dilain pihak Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia menilai anjungan Sumsel di kompleks TMII sudah dalam kondisi baik. Namun perlu ditingkatkan lagi pemeliharaan dan perawatannya.

“Tadi sempat kita lihat perhiasan maupun kursi yang bercorak keemasan sudah kusam warnanya. Nah ini perlu diperbaiki lagi. Lagipula di sini banyak perlengkapan, peralatan, juga pernak pernik dari tiap daerah di Sumsel, sehingga apabila terawat dengan baik dapat memberikan banyak informasi terutama bagi generasi muda yang berkunjung baik dari Sumsel sendiri maupun dari luar Sumsel,” katanya.

Turut hadir dalam silaturahmi ini, Kakanwil Kemenkumham Sumsel Sudirman D. Hurry,Asisten 1 Sumsel yang juga Plt. Kadisbudpar Sumsel Ahmad Najib, Kepala Badan Penghubung Sumsel, Amsirul Agus Bachtiar.
(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.