Banner sumsel

Herman Deru Memotivasi Ribuan Mahasiswa UBL

BANDAR LAMPUNG, koranindonesia.id – Ada pemandangan yang berbeda ketika   Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru hadir dalam acara Program Pengenalan Kampus (PPK) 2019 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019-2020 Universitas Bandar Lampung (UBL) di aula Pasca Sarjana, Sabtu (14/9) petang.

Herman Deru disambut oleh 2120 orang mahasiswa baru dan jajaran rektorat dan civitas UBL. Mulai masuk aula pasca sarajana tempat acara Program Pengenalan Kampus (PPK) digelar, Herman Deru  disambut gemuruh tepuk tangan seirama  dengan lagu Bangun Pemuda Pemudi yang mengiringi langkah Herman Deru menuju panggung kehormatan.

Dalam arahan dan motivasinya dihadapkan mahasiswa baru UBL, yang dipandu oleh Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA. Gubernur Sumsel ini menyebutkan, untuk menjadi orang yang sukses butuh waktu dan proses dalam mengenali potensi.

Proses itu lanjut Herman Deru telah  dilaluinya, sebelum menjadi Gubernur Sumsel seperti sekarang ini. Dirinya melewati  proses yang panjang mulai dari  pernah menjadi PNS termuda di Sumsel.  Namun karena merasa bukan  dunianya terpaksa status  PNS tersebut ditinggalkan. Selanjutnya menapaki profesi baru yakni menggeluti dunia bisnis. Dan usia 37 memutuskan menjadi seorang politikus.

“Pada pase ini  jangan pernah merasa takut mengambil keputuasan setelah mengatahui dari awal, potensi diri. Namun jangan juga kita berspekulasi,” ujarnya.

Dilanjutkan Herman Deru, dewasa ini yang paling penting dimiliki generasi muda Indonesia adalah kepercayaan. Karena kepercayaan tidak hannya berlaku pada   urusan bisnis saja. Namun semua profesi juga membutuhkan kepercayaan dari orang lain. Dan yang lebih penting lagi adalah percaya diri.

“Contoh, tidak mungkin kita betemu di UBL ini kalau orang tidak percaya dengan UBL. Tidak salah kalau saya mengingatkan adik-adik agar menjaga kepercayaan. Yang lebih penting lagi adalah percaya diri,” tambahnya.

Untuk menjadi orang sukses tegas Herman Deru, mahasiswa harus memiliki tujuan akhir atau cita-cita. Karena itu penting kenali orientasi diri dengan tetap berpegang pada unsur (KKS) yakni Konsisten (istiqomah), konsekuen (bukan pembohong) dan Speed (kecepatan). Terlebih diera industri 4.0 sekarang ini  harus diikuti agar tidak digilas oleh zaman. Namun dia juga mengingatkan jangan teknologi memperbudak manusia. Namun manusialah yang harus mengembalikan peran teknologi pada tempatnya secara bijak.

“Setelah KKS  pada diri kita, baru kita iringi dengan doa kepada Allah. Seperti tayangan tadi Sumsel dibangun dengan landasan agama yakni baca tulis Al-Qur’an melakui program satu desa satu rumah tahfidz,” tandasnya.

Pada sesi tanya jawab usai Herman Deru memberikan motivasinya. Mendapatkan sambuatan yang luar biasa dari kalangan mahasiswa tidak tanggung-tanggung 24 penanya terlontar kepada Herman Deru mulai dari pertannyaan cita-cita semasa sekolah. Motivasi Herman Deru menjadi gubernur. Membangun percaya diri, hingga minta tips yang dilakukan ketika merasa jenuh atau gagal apa yang harus dilakukan di tengah mengejar karier sebagai seorang politikus diusia muda 37 Tahun.

Menjawab semua pertanyaan yang beruntun tersebut, Herman Deru mengakui  dirinya adalah seorang pemimpin yang hingga saat ini sebagai pemegang Rekor Muri sebagai peraih suara terbanyak dalam sejarah Pilkada di Indonesia.

“Beda saya dengan pemimpin daerah lain. Saya adalah pemegang rekor Muri yang hingga saat ini belum terpecahkan sebagai pemimpin daerah peraih suara terbanyak di Indonesia 94,5 persen pada Pikada tahun 2010,” tegas Herman Deru yang diberikan aplus dari semua yang hadir.

Sedangkan menjawab pertannyaan motivasinya menjadi gubernur adalah ingin berguna bagi orang banyak dengan modal publik speaking, etika dan sopan santun dengan menjalankan program pembangunan sesuai dengan selera rakyat.

Kemeriahan kian terasa disela-sela Herman Deru menjawab pertanyaan mahasiswa yang diselingi dengan kuis berhadiah.

Sementara itu Rektor UBL,  M. Yusuf Sulfarano Barusman dalam kata sambutannya  mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel  dan jajaran yang telah hadir di acara Program Pengenalan Kampus (PPK) 2019 Mahasiswa Baru Tahun Akademik Tahun 2019-2020 UBL.

“Kita tau Lampung tidak terpisahkan dari Sumsel. UBL masih dibawah Kopertis Wilayah dua Sumatera yang berkedudukan di Palembang.  UBL dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi  terbaik di Sumatera,” ucapnya.

Dikatakannya UBL berdiri pada Tahun 1972 kualitasnya tidak kalah dengan Ui dengan akreditasi A. Dari 2120 orang mahasiswa baru 21 orang diantaranya berasal dari Sumsel. Bahkan ada diantara yang mendapatkan beasiswa.

“Mohon kesediaan pak Gubernur untuk memberikan motivasinya untuk  bekal kalian agar sukses di usia muda,” ungkap sang Rektor.(rel humas)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.