Bhintan Shalawat

Herman Deru : Jangan Pernah Menjadikan Kesehatan Sebagai Komoditas Politik

PALEMBANG, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H.Herman Deru mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) RI Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K) membuka langsung Raker Kesda Provinsi Sumsel 2019 mulai 11-13 April, di Hotel Santika Premiere, Jumat (11/4/2019) sore.

Di hadapan seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Sumsel yang hadir, Herman Deru dengan tegas meminta jangan pernah sekali-kali menjadikan kesehatan sebagai komoditas politik. “Jangan pernah menjadikan kesehatan sebagai komoditas politik. Kesehatan adalah hak masyarakat. Jadi sudah menjadi kewajiban kita untuk melayani,” sebutnya.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan. Bahkan meski dengan dana yang terbatas. Hal itu telah dibuktikannya saat menyiasati penyediaan mobil ambulance bagi warga yang membutuhkan di desa-desa di OKU Timur yang jumlahnya ratusan. “Kalau satu desa mau dikasih satu ambulance dari mana duitnya. APBD gak cukup karena satu mobil saja bisa mencapai Rp200 juta,” ujarnya.

Karena itu bersama instansi terkait iapun berusaha memutar otak dan berinisiatif memanfaatkan kendaraan warga. Dimana tiap warga di tiap desa yang punya kendaraan dikumpulkan untuk MoU, kendaraan mereka disiapkan jadi ambulance dengan biaya operasional disubsidi oleh pemerintah daerah.

“Jadi kami MoU meminta kesediaan mereka, kalau sewaktu-waktu mobilnya dipakai untuk ambulance dan kita yang biayai perawatannya. Atas inisiatif itu saya dapat penghargaan bantuan dari Menkes uang senilai Rp1 miliar untuk kas daerah,” jelasnya.

Atas pengalaman itulah, ia yakin betul bahwa mencegah penyakit bisa dilakukan dengan biaya murah asalkan ada kemauan yang kuat. Pada Rakerkesda tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Menkes RI Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy berkesempatan melaunching Ambulance Motor 119 yang merupakan bagian Unit Reaksi Cepat (URC) dari program layanan kesehatan Tanggap Sumsel.

“Ide ini bukan untuk membalik fungsi ambulance tapi lebih pada percepatan pelayanan yang datang ke pasien. Adanya ambulance motor ini ini merupakan perwujudan perhatian pemerintah kepada masyarakat. Perhatian ini tentu membuat maayarakat nyaman,” jelasnya seraya mengatakan untuk tahap awal ini, ambukance motor teraebut diberikan pada dua daerah yang capaian UHC nya 100% yakni Kabupaten Lahat dan Muaraenim.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Tak hanya membahas pentingnya armada untuk petugas melakukan jemput bola ke pasien, kesempatan bertemu dengan menkes juga dimanfaatkan oleh HD untuk curhat soal lambannya penyebaran dokter spesialis di daerah.

“Dokter spesialis menumpuk di kota kadang daerah-daerah sudah beri insentif tapi masih gak mau juga. Ini bukan domain kami, makannya kepada ibu Menteri saya minta ini dibuatkan payung hukumnya,” jelasnya.

Selain penyebaran dokter spesialis, HD mengaku bermimpi suatu saat seluruh warga Sumsel memiliko data medical record. Ada rekam medisnya agar pengobatan benar-benar tepat. “Jadi datanya cuma satu, mengobatinya lebih mudah. Saya ingin ini terlaksana sebelum pergantian tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K) mengaku, sangat mengaparesiasi ketegasan Gubernur Sumsel soal pelayanam kesehatan. Mengingat kesehatan adalah poin penting dalam kehidupan.

“Apapun kebutuhan layanan kesehatan masyarakat bagaimanapun kondisinya harus jalan. Karena bagaimana mau berpendidikan baik dan sejahtera jika kesehatan masah terabaikan” tambahnya.

Demikian pula soal inovasi Gubernur Sumsel menyediakan ambulance motor langsung mdapat apresiasi khusus dari Menurut Menkes. Inovasi ini patut dicontoh daerah lainnya.

Sementara itu Kadinkes Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menjelaskan Rakerkesda kali ini akan membahas 5 isu penting. Diantaranya peningkatan pencegahan penyakit tidak menular, masalah stunting, dan eliminasina TBC. Isunoenting tersebut dituangkan dalam penyampaian paparan Rencana Aksi Daerah perwakilan dari 5 kabupaten dan kota yang ditunjuk.

Dengan harapan melalui Rakerkesda 2019 ini kolaborasi pusar, provinsi dan kabupaten/kota dalam penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dapat terwujud.

“Kita terima kasih sekali Ibu Menteri di tengah jadwalnya yang padat bisa datang ke acara ini. Seperti kita ketahui di 10 provinsi diadakan juga rakerdasda secara serentak dan Rakerkesda ini menindaklanjuti Rakerkesnas Februari lalu,” jelasnya.

Selain dihadiri Kepala Dinas Kesehatan se Sumsel, Rakerkesda tersebut juga tampak dihadiri Duta Narkoba Millenial Sumsel Ratu Tenny Leriva Herman Deru.
(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.