Herman Deru: Jadikan Bulan Ramadhan Ajang Memperbaiki Keimanan dan Ketakwaan

Gubernur dan Keluarga Tarawih Perdana di Griya Agung

PALEMBANG,koranindonesia.id – Gubernur Sumsel H.Herman Deru membuka kegiatan Safari dan Pengajian Ramadhan Pemprov Sumsel Tahun 1440 Hijriah di Griya Agung, Minggu (5/5/2019) malam. Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, Herman Deru berpesan agar menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai ajang memperbaiki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

” Harapan saya bulan Ramadhan ini bukan hanya menjadi wahana intropeksi diri tapi lebih dari itu manfaatkan moment ini untuk memperbaiki keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.

Dikatakan Herman Deru, tarawih di Griya Agung ini adalah yang perdana sejak ia dilantik menjadi Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018 lalu. Ia mengaku sangat bersyukur dan takjub sekaligus bangga karena moment Ramadhan ini menjadi ibadah yang menyatukan semua masyarakat dari berbagai kalangan dan golongan.

“Insya Allah kita sahur malam ini.Karena tadi sudah sidang isbat dari berbagai titik untuk melihat hilal. Semoga ibadah puasa kita kali ini dapat semakin mempererat ukhwuah Islamiyah yang ada antara umat, ulama dan umaroh,” tambahnya.

Seperti sudah menjadi tradisi di Griya Agung lanjut Herman Deru akan diadakan Safari Ramadhan dengan tambahan jemaah dari pengajian dari Majlis Taklim dan Anak Yatim dari Ketua TP PKK Sumsel  Hj Febrita Lustia Herman Deru.

Mengingat jarak antar kabupaten yang sangat jauh, Ia berinisiatif membagi safari Ramadhan ini dengan sistem zonasi. Namun karena keterbatasan waktu Ia tetap meminta para pemimpin daerah khususnya TNI dan Polri serta Kejaksaan dan lainnya untuk mengirim utusan  mengikuti Safari ini.

Kepada jajarannya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, Herman Deru juga mengingatkan agar bulan puasa tidak dijadikan alasan untuk tidak produktif dalam bekerja. Terlebih saat ini adalah waktunya anggaran dan masa lelang dilakukan.

“Kita harus tetap maksimal memberikan layanan. Apalagi ini dimulainya anggaran masa lelang. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya terutama soal perbaikan jalan. Kepada pihak terkait juga saya minta secara bersama kita dapat pikirkan jalur mudik yang akan dilalui pemudik. Karena jalan tol dari Lampung makin dekat,” jelasnya.

Menurut HD jalur-jalur alternatif (jalur provinsi) makin harus dipercepat pengerjaannya dalam pelaksanaan Ramadhan nanti sehingga secepatnya dapat digunakan. Selain itu iapun tak lupa meminta semua pihak mengawasi gejolak harga. Sehingga jangan sampai karena Ramadhan semua kebutuhan menjadi langka.

” Masyarakat juga kita himbau jangan berlebihan belanja karena harga stabil. Kita sudah cek di Bulog dan sebagainya semua aman,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Safari Ramadhan yang juga Plt Karo Kesra Provinsi Sumsel, Permana mengatakan Safari ini akan digelar selama 14 hari mulai 5-28 Mei mendatang. Dimana puncaknya Safari akan digelar di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Safari ini sendiri menurutnya diisi dengan serangkaian kegiatan yakni Shalat Isya, Tarawih, Witir dan Ceramah Agama.

” Untuk yang di Griya Agung ini jamaah diikuti OPD secara bergiliran,” jelasnya.

Sementara itu Penceramah Ustadz Drs.H Fadholi dalam tausiyahnya mengingatkan agar jemaah Safari Ramadhan ini melakukan intropeksi dan memperbaiki amal ibadah. Karena menurutnya kematian datang tanpa kenal waktu.

“Boleh jadikan ini sebagai saat yang tepat untuk evalusi. Apakah dulu banyak berbuat yang jelek, segera perbaiki. Karena tiap tahun kematian jita semakin dekat,” tegasnya.

Tarawih kali  ini menjadi lebih istimewa karena sejumlah pejabat Sumsel ikut hadir di antaranya Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Sekda Sumsel, serta Walikota Palembang periode 1993-2003 yang tak lain merupakan orang tua (mertua) Gubernur Sumsel yakni H.Husni. Adapun Shalat Isya dan Tarawih dipimpin oleh imam Abdullah Assegaf.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.