Banner sumsel

Herman Deru Inisiator Lahirnya Perda Anti Maksiat

JAKARTA, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H Herman Deru menilai, ditengah terbatasnya anggaran yang dimiliki, tugas berat diemban Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. Sebab menurutnya, BNN dituntut untuk tetap konsisten dengan tugas dan tanggung jawabnya melalui sejumlah upaya, kerjasama yang baik dengan lembaga, kementerian, maupun pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri Forum Silaturahim Sesmenko, Sekjen, Sesmen, Sestama, Kasum TNI, Asrena TNI, Asrena Kapolri, dan Forsesdasi, di Gedung Sapta Pesona Jalan. Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat, Kamis (31/1) malam lalu.

Menurut Gubernur, kebijakan yang diambil oleh para pemangku jabatan sangat membantu dalam memberantas narkoba. Ini artinya, upaya memberantas narkoba  tidak cukup dengan uang yang banyak. Melainkan, pemimpin dapat melahirkan suatu aturan yang tegas terkait dengan pelarangan perbuatan melanggar hukum.

Termasuk  di dalamnya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan perbuatan maksiat lainnya, yang dituangkan dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang baku. Sebagai aturan yang harus ditaati di daerah setempat. “Inilah  tugas  kita selaku pemimpin. Bagaimana caranya, kita dapat memerankan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk menyadarkan generasi-generasi muda kita untuk menjauhi narkoba,” ungkapnya

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Herman Deru menilai, peran para tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pejabat, dan para relawan. Akan sangat membantu dalam menekan terjadinya kasus penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Terlebih saat ini  para penikmat narkoba tidak saja generasi muda saja. Melainkan yang sudah usia lanjut pun ada yang terpapar narkoba. “Inilah bentuk kerjasama yang tidak dapat terpisahkan antara para tokoh, pejabat terkait dan relawan. Kita tidak hanya mengimbau, melainkan harus ada legal standing untuk mengangkat itu,” tuturnya

Salah satu indikator orang menggunakan narkoba, lanjut Herman Deru, salah satunya adalah untuk pelarian. Karena itu  saat dirinya menjabat Bupati OKU Timur beberapa tahun silam. Dirinya  telah memprakarsai (menginisiasi) lahirnya Peraturan Daerah (perda) anti maksiat. Perda serupa juga diterapkanya di Provinsi Sumsel dalam waktu dekat. “Saya adalah bupati yang menginisiasi perda anti maksiat. Salah satunya  penegakan hukum tentang penggunaan narkoba, itu dulu. sekarang jadi Gubernur sudah saya rancang bersama pak sekda di tingkat provinsi. Bukan hanya narkotika saja tapi miras juga, prostitusi juga,” pungkasnya

Untuk diketahui Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Forum Silaturahim Sesmenko, Sekjen, Sesmen, Sestama, Kasum TNI, Asrena TNI, Asrena Kapolri, dan Forsesdasi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam) Wiranto, Kepala BNN Komisaris Jenderal Heru Winarko, Ketua Pengarah Forses Sekretaris Kementerian Koordinator Polhukam Letjen TNI Agus Suryabakti, dan seluruh tamu undangan penting lainnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.