Banner sumsel

Herman Deru Imbau Masyarakat Giatkan Forum Kajian Alquran

RUPIT, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H.Herman Deru membuka Seleksi Tilawatil Quran Hadis XXV Tingkat Provinsi Sumsel di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (25/4/2019) malam. Pembukaan MTQ dimulai pukul 20.00 WIB diawali dengan defile para kafilah dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yang diiringi oleh drumband dan dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci Alquran oleh qori nasional.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuturkan, lantunan kalam llahi yang menggema selama pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an Hadis ( STQH) ini, mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan suasana yang memberi kesejukan batin bagi masyarakat Provinsi Sumsel, terkhusus masyarakat Muratara. Di samping itu, kegiatan STQH diharapkannya, dapat menjadi forum silaturahim yang mengandung nilai-nilai positif, dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama sebagai sesama warga masyarakat Provinsi Sumsel.

“Penyelenggaraan STQH senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat, untuk senantiasa mempelajari dan memahami Alquran sebagai petunjuk, dan pedoman hidup paripurna umat manusia. Kegiatan musabaqah ini dapat menjadi tolak ukur dinamika aktifitas pembinaan seni baca Alquran yang berlangsung di masing-masing Kabupaten/Kota se-Sumsel,” ungkapnya

Lebih jauh Herman Deru mengatakan, Alquran sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji, oleh karena itu forum-forum kajian Alquran perlu digiatkan dan dikembangkan di lingkungan masyarakat. “Alquran mengisyaratkan, walaupun seluruh air laut menjadi tinta ditambah dengan laut serupa dan seluruh pohon menjadi pena, pastilah tidak akan cukup untuk menuliskan kalimat-kalimat hikmah Keagungan Tuhan,” tuturnya

Keluhuran nilai-nilai ajaran Alquran sebagai pedoman dan pandangan hidup masyarakat perlu ditumbuh-kembangkan melalui proses pendidikan, baik formal maupun informal, termasuk diantaranya melalui Musabagah Alquran dalam berbagai cabang keilmuan Alquran, yang diselenggarakan secara berjenjang hingga tingkat internasional.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

“Sungguh sangat keliru apabila pelaksanaan STQH hanya dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan, tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai- nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya. Pemahaman dan kesadaran inilah, yang perlu dibangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat, sehingga kegiatan STQH tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial semata,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Muratara M Syarif Hidayat dalam kata sambutannya mengatakan, penyelenggaraan STQH ke XXV  terdapat penambahan satu cabang lomba yaitu hafalan hadist yang terdiri dari golongan 100 hadist beserta sanad dan 500 hadist tanpa sanad. Kemudian diadakan pula, babak final setiap cabang dan golongan memperebutkan tropi bergilir Gubernur bagi juara umum. Sedangkan peserta STQH berjumlah 510 orang dari 17 Kabupaten/ kota se- Provinsi Sumsel. “Untuk memeriahkan pelaksanaan juga menampilkan Desa Expo untuk menampilkan kreatifitas dan potensi desa untuk menambah income masyarakat desa serta home industri yang dibina oleh tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita di Kabupaten Muratara,” tambahnya

Hadir pula dalam kesempatan ini Anggota DPR RI Komisi IV Fauzi H Amro, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, PSC, M.TR (HAN), Wakapolda Provinsi Sumsel Brigjen Pol Drs. Denni Gapril, S.H, Bupati Muratara Drs. H. M Syarif Hidayat, Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan, Wali Kota Lubuklinggau Prana Putra Sohe, M.M.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.