Bhintan Shalawat

Herman Deru Hadiri Temu Kangen Keluarga Komering

PALEMBANG,koranindonesia.Id- Gubernur H Herman Deru dengan gelar Ratu Pemuda mengaku bangga menjadi orang Komering. Saking bangganya pada saat menjabat Bupati OKU Timur beberapa tahun silam. Dia sempat mencanangkan wajib menggunakan bahasa Komering di instansi pemerintahan satu hari dalam satu pekan.

Hal tersebut diungkapkan Herman Deru saat silahturahmi “Ngiram Kolpah Piwari” (Temu Kangen Keluarga) dengan para tokoh Komering di Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (13/3/2019) malam.

“Terimakasih atas dukungan tokoh dan masyarakat Komering yang telah mendukung saya, sehingga bisa menjadi gubernur. Hampir semua orang Komering mendukung kami pada saat pemilihan lalu,” tegas Herman Deru.

Lebih lanjut Herman Deru menegaskan, Dirinya tidak akan pernah berubah. Dan akan terus berupaya untuk dekat dengan rakyat tanpa membedakan suku dan budaya di Sumsel.

“Saya akan berupaya mengakomodir. selama itu untuk kepentingan orang banyak,” tambahnya.

Dia mencontohkan saat akan melakukan penutupan mobil batubara melintasi jalan umum pada awal November 2018 lalu. Banyak yang menyangsikan. Namun berkat dukungan Kapolda dan tokoh masyarakat. Dirinya secara tegas melarang mobil batumara melintas di jalan umum.

“Saat menghadiri ulang tahun Kabupaten Muaraenim lalu, saya pertegas. Herman Deru memilih martabat ketimbang martabak,” tambahnya.

Untuk memajukan kawasan Komering, Herman Deru menawarkan pada warga sekitar untuk memanfaatkan sungai komering sebagai media budidaya ikan.

Selain itu dia juga berjanji akan segera melakukan perbaikan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Provinsi.

“Sumsel ini luas yang juga perlu perhatian. Khusus untuk jalan provinsi di OKU Timur tahun ini juga kita perbaiki. Saat ini dalam tahap tender,” tandasnya.

Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Abdi Negara dalam sambutannya juga mengaku bangga menjadi warga Komering. Bannyak jolma komering yang menjadi orang penting. Ir H Syahrial Oesman dan H Herman Deru jadi Gubernur Sumsel. Bahkan dirinya juga sebagai orang Komering juga dipercaya menjabat Kapolda Sumsel.

Dia juga mengharapkan dukungan tokoh masyarakat Komering untuk ikut aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban terutama menjelang Pileg dan Pilpres.

“NKRI harga mati jadi kita jaga bersama silaturahmi, meski kita yang berbeda-beda tetap kita satu,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan para tokoh masyarakat Komering untuk terlibat secara aktif memberikan pemahaman yang benar terutama dalam menangkal faham radikal di tengah masyarakat.

Warga Sumsel juga diingatkannya agar tidak melakukan tindakan kejahatan melawan hukum. Karena dirinya tidak segan akan melakukan tindakan tegas.

“Banyak pelaku kejahatan yang telah kita tembak mati. Untuk kasus narkoba ada enam orang yang kita tembak. Jadi kita sangat tegas dalam hal ini,” tandasnya.

Sementara tokoh masyarakat Komering yang juga mantan Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman dengan gelar Nata Prawira dalam sambutannya mengajak para tokoh Komering untuk mendampingi H Herman Deru merealisasikan program kerjanya selama menjadi Gubernur Sumsel. Bahkan dia minta agar putra Komering ini bisa menjabat Gubernur Sumsel dua periode.

“Pak Gubernur H Herman Deru ini sama dengan saya. Karena saya pernah juga menjadi gubernur. Hanya satu yang saya tidak sanggup menutup jalan mobil batubara. Beliau ini sangat berani, jadi kita dukung programnya untuk kemajuan Sumsel ini,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua panitia H Maramis dengan gelar panglima raja dalam laporanya terima kasih atas kehadiran tokoh Komering dalam acara temu kangen bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru.

“Siapa lagi yang mau menghargai orang Komering kalau bukan orang Komering sendiri,” imbuhnya.

Sejumlah tokoh Komering hadir dalam acara ini. Diantaranya Mantan Gubernur Ir H Syahrial Oesman, Mantan Wako Palembang Eddy Santana Putra, Oyong Damiri, Hafiz Tohir, Mularis, Sekda H Nasrun Umar dan sejumlah tokoh komering lainnya. (rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.