Herman Deru Desak Pengurus Masjid di Sumsel Segera Bentuk Rumah Tahfizd

PALEMBANG, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H Herman Deru melakukan safari  Jumat di Masjid Muhajirin, Lr. Masjid Muhajirin RT. 50 Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (8/2/2019).

Dalam sambutannya Herman Deru menjelaskan, semenjak dilantik sebagai Gubernur, banyak mendapat kesempatan melakukan silaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Jumat ini. “Saya sudah sepakat dengan pak Wali Kota Harnojoyo. Beliau Safari Subuh. Gubernur Safari Jumat bae. Tujuannyo samo untuk mencari tahu secara langsung, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Untuk itu, Herman Deru mengajak umat muslim di Sumsel, terutama yang bermukim di sekitar masjid untuk memakmurkan masjid. Tujuannya, guna meningkatkan syiar Islam melalui sejumlah program dalam rangka pembinaan umat melalui pendidikan quran seperti TPA/TPQ dan rumah Tahfizd. “Aku minta program rumah tahfidz segera dibuat. Nanti masalah honornyo akan dibayar pemerintah. Sekarang  ini kita masih dalam tahap pengumpulan data. Agar tidak terjadi ketimpangan,” sebutnya.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Lebih lanjut Herman Deru mengharapkan, para pengurus masjid juga dapat menunjuk Muazin yang bersuara bagus saat memanggil salat. Demikian juga dengan petugas Imam harus ditunjuk orang yang faham bacaan yang fasih dan benar. “Jangan sampai yang mengumandangkan azan orangtua yang nafasnya tidak sampai. Begitu juga dangan imam, jangan sampai saat salat berjamaah  masih mencari-cari imam,” tambahnya.

Gubernur meminta dalam pembangunan rumah ibadah khususnya masjid jangan memungut di jalanan. Sebab, selain mengganggu pengguna jalan juga akan menjatuhkan nama baik agama Islam. Karena itu dia minta para pengusaha atau perusahaan dapat memberikan dana crs-nya untuk membantu membangun masjid disekitarnya. “Dulu saat menjabat Bupati. OKU Timur ada 2.200 masjid di OKU Timur. Dak ada satupun  yang meminta dana di jalan,”  tegasnya.

Menghadapi gelaran pileg dan pilpres April mendatang. Gubernur meminta para jamaah Masjid Muhajirin untuk tetap kompak dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan. Jangan sampai beda pilihan silaturahmi terputus. “Aku minta pak Ketua RT terus menjaga kerukunan warga ini. Kita sepakat ulama, umaroh dan umat itu satu. Jangan kareno  beda pilihan. Kito jadi terpecah belah,” tandasnya.

Dikesempatan ini Gubernur berkenan menyerahkan bantuan  untuk kas Masjid Muhajirin sebesar Rp10 juta untuk membeli kebutuhan masjid.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.