Herman Deru Bangga Harla NU di Sumsel Banyak Lahirkan Program yang Memihak Kesejahteraan petani

 

 

PALEMBANG,koranindonesia.id – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, momentum puncak Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 99 memiliki makna tersendiri bagi Sumsel.

 

Dimana selain terjaganya silahturahmi antar sesama umat muslim khususnya warga nahdliyin, Herman Deru menilai, hal itu juga semakin meningkatkan kekompakan anggotanya.

 

“Momen semacam ini tentu meninggalkan kenangan, mudah-mudahan kenangan baik seperti keamanan dan kenyamanan,” kata Herman Deru disela penutupan Harla NU Ke 96 M atau ke 99 H yang digelar di GOR Dempo Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (5/3) petang.

 

Apalagi, pada peringatan Harla kali ini, NU membuat program yang berpihak kepada masyarakat khususnya para petani.

 

“Program hutan sosial dan kelapa sawit ini merupakan langkah NU untuk berkontribusi mensejahterakan petani. Sumsel juga merupakan salah satu daerah yang turut menjadi tempat program tersebut,” tuturnya.

 

Upaya NU tersebut mendapat respon yang baik dari berbagai kalangan. Termasuk juga para Menteri di kabinet Presiden Joko Widodo seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri BUMN Erick Tohir.

 

“Tapi semua program itu butuh kecekatan dan kecepatan dari para nahdliyin baik dari pengurus cabang, wilayah, pengurus besar,” terangnya.

 

Herman Deru yang juga merupakan Mustasyar PBNU mengaku bangga dengan upaya yang dilakukan tersebut.

 

“Sebagai tuan rumah kami sangat berterima kasih dan bangga dengan gebrakan NU,” terangnya.

 

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Tohir yang hadir secara virtual mengatakan, NU sendiri sudah banyak berperan dalam membantu kemajuan Indonesia. Sebab itu dirinya sangat mendukung program yang akan dilakukan NU saat ini.

 

“99 tahun bukan hal yang sementara. Sudah banyak yang telah diperbuat NU untuk kemajuan negara ini. Kita terus mendukung upaya yang dilakukan NU,” kata Erick.

 

Kendati begitu, lanjutnya, dalam mewujudkan kemajuan negara saat ini ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.

 

Salah satunya yakni masalah kesehatan. Sebab saat ini, Indonesia masih terus berjuang melawan pandemi covid 19 yang belum berakhir.

 

“Lalu masalah digital yang telah mengubah kehidupan kita. Kecanggihan teknologi membuat kita terbiasa melakukan berbagai pekerjaan melalui daring. Ini menyarasar berbagai sektor dan persoalan lainnya yang harus dihadapi,” terangnya.

 

Dia menjelaskan, Kementerian BUMN juga terus melakukan terobosan dan inovasi sehingga upaya mensejahterahkan masyarakat segera terwujud.

 

“Inovasi memang harus terus kita lakukan sehingga dapat menjadi ekosistem penghasil pangan dan meningkatkan kemajuan para petani,” paparnya.

 

Sebelumnya, Wakil Ketua PBNU KH Nusron Wahid menjelaskan, Harla NU yang digelar di bumi Sriwijaya saat ini berlangsung sesuai dengan harapan.

 

“Peringatan harla ini berlangsung baik dan tidak ada halangan. Termasuk Masalah keamanan dan kenyamanan,” katanya.

 

Hadir dalam penutupan peringatan Harla NU tersebut, Katib AAM PBNU KH Ahmad Said Asrori, Rais Syuriah PBNU KH. A. Wahid Zamas, Asisten Deputi Pengembangan Agrobisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian M. Edy Yusuf, Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi, Rektor UIN Raden Fatah Dr Nyayu Khodijah, dan Alisiya Wahid.

(Ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.