Banner Pemprov 17 Agustus

Herman Deru : Apapun Profesi Kita, Keamanan dan Keselamatan Paling Utama

PALEMBANG, koranindonesia.id – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi dan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Sarana Transportasi Pendukung, bertempat di Terminal Pelabuhan Boombaru Palembang, Rabu (10/4/2019) pagi.

Dalam pidatonya Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan kembali, akan pentingnya masalah keselamatan. Bahkan, apapun profesi dan aktifitas yang dilakukan, tetap harus mengedepankan keamanan dan keselamatan. “Untuk pelayaran urusan peralatan keselamatan, dan keamanan wajib diperhatikan,” sebutnya.

Terkait dengan kondisi terminal Pelabuhan Boombaru yang terus mengalami penyempitan, seiring dengan tingginya aktifitas pelabuhan. Gubernur berharap pada Menhub untuk dilakukan perluasan. “Sebagai ungkapan rasa bangga saya. Pada hari ini. Saya titip hadiah untuk peserta sosialisasi yang beruntung. Hadiahnya ibadah umrah untuk satu orang yang hadir baik, dia tukang becak, pedagang atau siapa saja, yang beruntung,” imbuhnya.

Dilain pihak Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi dalam arahannya menilai, pembangunan di Sumsel sudah banyak menuai kemajuan.  Oleh karena itu masalah keselamatan juga menjadi hal yang utama diperhatikan khususnya di bidang pelayaran. “Inilah alasan, saya minta pada pihak terkait untuk terus melakukan sosialisasi dalam keselamatan ini. Bismillah, sosialisasi keselamatan pelayaran  ini secara resmi kita buka,” kata Menhub.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Sebelumnya, Capt Mugen Sartoto selaku Ketua panitia kegiatan sosialisasi yang juga selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang, dalam laporannya menjelaskan, sejauh ini sudah banyak kasus kecelakaan terjadi di perairan Sungai Musi dengan korban tidak sedikit. “Sosialisasi ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di perairan dengan melibatkan Dishub, Polairud, Bea Cukai, pelabuhan Boombaru dan Basarnas. Kegiatan ini melibatkan peserta sekitar 3.000 orang  lebih. Diisi dengan sejumlah kegiatan karena keselamatannya hal utama yang harus diperjuangkan,” lapornya.

Masih di acara yang sama Danlanal Palembang Letkol Laut (P) Saryanto mengakui, kasus kecelakaan speedboad di Sumsel masih tinggi, karena itu pihaknya mengingatkan para pengguna perairan untuk taat aturan dalam pelayaran. “Jika kapasitas angkut speedboad terbatas jangan memaksakan diri. Utamakan keselamatan. Pelampung dan sarana keselamatan pelayaran lainnya itu sangat penting. Jika naik speedboad lihat dulu peralatan keselamatannya ada atau tidak. Jalur evakuasi juga harus diketahui. Dan yang paling penting saat terjadi insiden jangan panik. Sikapi dengan tenang. Kita dari Angkatan Laut siap memberikan pelayanan demi keselamatan dalam pelayaran di Sumsel ini,” tandasnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.