Banner sumsel

HD-MY Wajibkan BUMD Sumbang PAD Sebesar-besarnya

PALEMBANG, koranindonesia.id – Wakil Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya mengungkapkan, dibawah kepemimpinan gubernur-wakil gubernur Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya (HD-MY), BUMD yang ada di Sumsel diharapkan menyumbang PAD sebesar-besarnya.

Hal itu diungkapkannya saat menerima audiensi Direktur PD PDE beserta rombongan, di ruang rapat Gubernur Sumsel, Senin (19/11/2018).

“Kami terbuka dengan siapa saja, ini juga akan saya laporkan terlebih dahulu kepada pak Gubernur. Harapan kami, dibawah kepemimpinan HD-MY, BUMD dapat berkembang dan menyumbangkan PAD bagi Sumsel sebanyak-banyaknya,” ujar Mawardi.

Mawardi juga merasa tidak akan cukup membahas ini, karena pembahasan ini sangat menarik dan harus disikapi dengan hati-hati, agar tidak salah jalan serta merugi di kemudian hari. Ia juga meminta hal ini dibahas secara khusus dengan menghadirkan pihak-pihak yang terkait agar jelas dan transparan.

“Saya ingin nanti awal Desember, kita lakukan pembahasan secara khusus, saya minta disiapkan kembali seluruh bahan-bahannya, dan kita hadirkan semua pihak-pihak yang terkait, agar semua transparan,” sebutnya.

Terkait banyaknya proyek yang akan dikembangkan PD PDE, Mawardi Yahya sangat mendukung apa yang akan mereka garap. Pada dasarnya Mawardi mengaku akan mendukung segala perusahaan yang dapat membantu PAD Sumsel, bukan malah menjadi beban Pemprov.

Sementara itu, Direktur PD PDE Arief Kadarsyah memaparkan, sejumlah rencana yang akan diambil, serta langkah PD PDE untuk melebarkan sayap usaha.

“Kami sekarang ada enam usaha yang kami garap, pertama kepemilikan 5% Rimau, kedua perdagangan Gas & CNG, ketiga Bottling LPG & angkutan, keempat solusi energi terbarukan, kelima EPC & Konsultasi, keenam bisnis retail,” paparnya.

Dengan adanya enam unit usaha tersebut, Arief sangat yakin akan membantu PAD Sumsel saat ini. Dari keenam usaha tersebut hanya lima usaha yang menonjol, sedangkan dalam bidang EPC & Konsultasi yang bekerja sama dengan PD Swarna Dwipa saat ini, tidak membuahkan hasil.

Lebih lanjut Arief menjelaskan akan mengembangkan proyek baru yang sangat berpotensi kedepannya. Tetapi hal ini juga harus diiringi dengan dukungan pemerintah.

“Dalam Rencana Kerja 2019 kami akan mengembangkan proyek baru diantaranya adalah proyek penambangan bahan galian Tras ‘Blok Bendi’ di OKU Selatan, proyek pengembangan pasar lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di SumBagSel dan Bangka Belitung, proyek pengembangan pembangkit PLTS 10 MW  di Pulau Bangka, proyek pembangkit PLTM 1,2 MW di OKU Induk, serta proyek pembangunan jaringan pipa gas dari Palembang ke Tanjung Api-Api dan Pulau Bangka.” pungkasnya.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.