Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Hasil Sidang, Bripka IS dan IN Punya Hubungan Spesial

 

Palembang, koranindonesia.id – Bripka IS (39) oknum anggota poliri yang diduga meniduri istri narapidana yakni IN menjalani sidang disiplin di Bid Propam Polda Sumsel, Senin (13/12/2021) siang.

Dari sidang tersebut terungkap bahwa mereka yakni Bripka IS dan IN memiliki hubungan spesial sejak September 2021. Hal ini Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

“Dari fakta di persidangan Bripka IS, menunjukkan adanya perselingkuhan yang dilakukan oknum Bintara Polri tersebut. Padahal Bripka IS hingga saat ini masih memiliki istri sah,” kata Supriadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/12/2021).

Menurut Supriadi, pada sidang disiplin Polisi turut mengamankan video bukti rekaman sebelum Bripka IS dan IN melakukan hubungan layaknya suami istri di sebuah hotel di Palembang. Dalam video tersebut nampak IN sedang asik membersihkan kuku kaki Bripka IS yang ketika itu sedang berbaring diatas kasur.

“Dari video itu bisa kita lihat mereka berdua ada hubungan spesial,” ungkapnya.

Hubungan ini terjadi setelah IN ditalak suaminya pada September 2021 lalu melalui pesan suara yang dikirim lewat aplikasi whatsapp. Pesan itu disimpan IN dalam kontak percakapannya dengan FP.

Sejak saat itu pula, IN dan Bripka IS saling menjalin hubungan spesial hingga berujung dengan hubungan intim

“Makanya saudara Bripka IS mau menjalin hubungan pacaran dengan saudari IN. Karena si IN itu sudah ditalak suami sirihnya,” tuturnya.

Supriadi juga mengungkapkan fakta sebenarnya dari awal perkenalan antara Bripka IS dan IN.
Dimana sebelumnya, melalui kuasa hukum sang suami, IN mengaku perkenalan itu bermula setelah istri Bripka IS menggadaikan surat tanah kepadanya.

“Bukan seperti itu, jadi awal perkenalan mereka bermula dari mobil yang mogok. Sejauh ini, begitu pengakuan mereka,” ucapnya.

Selain itu, petugas juga akan mendalami pengakuan IN yang mengaku tengah hamil setelah berhubungan badan dengan Bripka IS. Mengingat pengakuannya sejauh ini banyak terdapat kebohongan.

“Masih kita dalami apakah dia benar-benar hamil atau tidak. Akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Meski telah terbukti adanya hubungan terlarang antara Bripka IS dengan IN, namun Supriadi menegaskan hubungan mereka tidak termasuk dalam status perzinahan.

“Karena perzinahan itu, bila istrinya (Bripka IS) yang melapor. Tapi dalam kasus ini bukan dia yang melapor,” ujarnya.

“Sedangkan bila tahanan atas nama FP melaporkan istrinya berzina, rasanya juga tidak tepat. Sebab IN sudah bukan lagi istrinya,” tambahnya.

Sehingga dengan begitu, Bripka IS dianggap telah melakukan kesalahan karena tidak menjaga etika dan norma-norma di kepolisian. Sebab Dia punya istri tapi punya hubungan dengan wanita lain.

Maka berdasarkan hasil sidang disiplin
Bripka IS dijatuhi sanksi berupa penempatan dalam tempat khusus atau kurungan penjara selama 21 hari serta penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode dengan massa pengawasan terhitung mulai tanggal 13 Desember 2021 sampai 13 Juni 2022.

“Sanksi itu berlaku mulai hari ini sejak putusan sidang dijatuhkan,” ujarnya.

Sementara untuk IN yang diketahui telah banyak mengungkap pernyataan yang tak sesuai fakta, Supriadi mengatakan, Bripka IS memiliki hak untuk melakukan upaya hukum.

Oknum Bintara tersebut bisa melaporkan IN atas kasus pencemaran nama baik. “Itu hak dia untuk membuat laporan karena seperti yang kita tahu IN banyak mengungkap kata yang tidak sebenarnya,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.