Banner sumsel

Hasil Quick Count Meleset di Bengkulu, Indo Barometer Beralasan Begini

JAKARTA, koranindonesia.id – Peneliti Indo Barometer, Tomo memberikan alasan terkait perbedaan hasil quick count dan scan C1 KPU di Bengkulu bisa berbeda. Menurutnya, hal itu karena Indo Barometer hanya menggunakan 9 sampel TPS di Bengkulu, sehingga angka margin of errornya melebar.

Namun, dia memastikan, untuk total suara nasional, tidak akan berbeda jauh dari hasil quick count Indo Barometer.

“Sampel kami di Bengkulu hanya 9 TPS jadi makin sedikit sampelnya, margin of error makin besar. Namun secara nasional margin of ero tetap 1 persen. Lagipula perbedaan kami antara suara Jokowi dan Prabowo tipis,” terang Tomo saat dikonfirmasi media, Jumat (26/4/2019) kemarin.

Meski bisa jadi pegangan, hasil scan C1 di KPU tidak akan menjadi rujukan resmi KPU dalam menetapkan hasil Pemilu 2019. Mengingat ada kemungkinan salah input maupun ada dinamika rekapitulasi suara manual yang tidak terekam di Situng.

Hasil resmi Pemilu 2019 tetap akan menggunakan rekapitulasi manual berjenjang yang saat ini masih berada di tingkat kecamatan dan sebagaian kecil lain sudah di tingkat KPU Kabupaten/Kota. Hasil resmi diumumkan 22 Mei.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.