Hasil Penelitian: Banyak Tidur di Akhir Pekan Bisa Mengakibatkan Serangan Jantung

PALEMBANG, Koranindonesia. Id – Hari libur dijadikan sebagai hari malas-malasan sebab bebas dari semua pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga, pada saat libur kita bisa tidur seharian. Eits, faktanya menghabiskan waktu di akhir pekan untuk tidur bukanlah hal yang tepat. Alih-alih sehat, tidur di akhir pekan justru malah mengundang penyakit.

Berdasarkan hasil penelitian dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidur di akhir pekan memicu berbagai penyakit dan dikuti dari laman inspiradata.com.  Penelitian ini dilakukan terhadap sejumlah orang yang dibagi dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diminta tidur sembilan jam setiap malam. Kelompok kedua tidur selama lima jam setiap malam. Kelompok ketiga diminta tidur lima jam selama lima malam, dan lebih malam di akhir pekan.

Hasil penelitian itu menunjukkan peserta di kelompok dua dan tiga jelas tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Hal ini menyebabkan kenaikan berat badan. Sedangkan peserta kelompok ketiga mendapatkan waktu tidur yang cukup di akhir pekan tetap saja mengalami kenaikan berat badan.

Hal ini disebabkan oleh konsumsi makanan berlebihan akibat kurangnya waktu tidur. Selain itu, berat badan juga meningkat akibat durasi tidur yang lama di akhir pekan.

Penelitian itu menunjukkan tambahan waktu tidur di akhir pekan juga berefek besar pada jantung. Hal ini terjadi karena tubuh harus menyesuaikan ritme sirkadian atau siklus tidur. Jadi, pimpinan penelitian itu, Christopher Depner, menegaskan, tidur di akhir pekan bukan cara efektif untuk mengobati kurangnya waktu tidur di hari kerja.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengganti kurangnya waktu tidur? National Sleep Foundation menyarankan, cara terbaik mengganti waktu tidur yang hilang adalah dengan tidur siang selama 20-30 menit di akhir pekan. Semoga informasi di atas bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.