Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Hasil Investigasi Penembakan Anggota FPI, Komnas HAM Temukan Selongsong Peluru

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua tim kasus penembakan enam laskar FPI di KM 50 tol Jakarta-Cikampek (Japek) Choirul Anam menunjukan ke publik hasil temuannya di KM 50 tol Jakarta-Cikampek. KM 50 tol Japek. Lokasi iti merupakan lokasi penembakan enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh polisi.

Saat menggelar konferensi pers di kantor Komnas HAM, dia menunjukan tujuh proyektil dan empat selongsong peluru yang mereka dapatkan sendiri dari lokasi sekitar KM 50 lokasi penembakan enam laskar FPI itu setelah kejadian penembakan itu.

“Proyektil instruksi ada 7. Satu kami tidak terlalu yakin, artinya dari tujuh itu, satunya kami tidak terlalu yakin. Kedua, selongsong ada empat. Kami duga itu empatnya itu bagian belakang kayak bagian pelatuknya itu,” Anam sambil menunjukan temuan-temuan yang jadi bukti lapangan itu di kantornya, Jakarta, Senin (28/12/2020).

Selain itu, Anam juga menunjukan serpihan mobil yang mereka pungut di sekitar lokasi kejadian penembakan.
Serpihan bodi mobil itu seperti menguatkan dugaan adanya aksi serempetan pada rangkaian peristiwa penembakan itu.

“Bagian-bagian mobil ini sangat banyak. Secara kasat mata, waktu pemeriksaan mobil, sebagian kecil banget itu identik Tapi sebagian lain harus dipastikan lagi. Identik secara kasat mata bukan identik secara ilmiah. Kalau identik secara ilmiah harus uji Labfor. Itu yang masih butuh proses. Ini semua msh membutuhkan uji balistik, “katanya.

Dia mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan agar proses uji balistik dilakukan secara terbuka dan transparan serta akuntabel.

Dengan demikian publik bisa menjadi saksi terang benderang nya proses penyelidikan kasus maut KM 50 itu.
“Jadi, semua kami temukan di beberapa titik. Tidak di satu titik. Kami tidak bisa sebutkan titiknya di mana saja. Karena sedang kami kroscek ulang, kroscek ulang titik mana saja yang sesuai dan yang tidak sesuai,” katanya.

Dia menambahkan, mereka akan melibatkan ahli untuk memperjelas selongsong dan proyektil peluru yang mereka dapatkan itu.
“Ada ahli nanti yang akan mengecek proyektil itu. Semoga dalam minggu ini bisa kami lakukan sehingga sesegera mungkin kami dapat memberikan informasi lebih baik,” ungkapnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.