Banner sumsel

Harnojoyo : Penyelesaian Masalah Palembang Ada di RPJMD

 

PALEMBANG, koranindonesia.id –Permasalahan kota mulai dari kemacetan hingga banjir dipastikan Walikota Palembang Harnojoyo  sudah disiapkan penyelesaiannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, program pemerintah kota Palembang sesuai RJPMD sudah disusun sampai 2023 mendatang dan ini erat juga terkait isu-isu di tengah masyarakat. “Di dalamnya merupakan implementasi dari janji-janji  politik kita,” ujarnya.

Implementasi program kerja ini, ada yang dalam jangka pendek hingga multi years penyelesaiannya, seperti dalam hal Pemkot Palembang untuk menata Sungai Sekanak dan Lambidaro. Maka ini butuh waktu setidaknya 3 tahun. Dimana proyek dimulai 2019 dengan pengerjaan  Multi-year  hingga 2021.

“Penataan sungai menjadi salah satu prioritas, bukan hanya untuk mengembalikan fungsi sungai, tapi juga ada nilai lainnya yang bisa di hidupkan disini, salah satunya kawasan wisata baru, serta penataan lingkungan di kawasan sungai ini agar tak lagi kumuh,” jelasnya.

Kemudian, masalah genangan air di kota Palembang, ketika musim hujan, maka ini bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dilakukan pembangunan drainase agar air dapat mengalir dan tidak menggenang. Di beberapa titik ini sudah dilakukan, seperti Jl. Sudirman, Tengkuruk, Kol. H.  Barlian dan lainnya.

“Penambahan kolam retensi, kita juga upayakan untuk melakukan pembebasan lahan dikawasan yang bisa dibangun kolam retensi, sehingga ketika ada intensitas hujan yang besar air dapat ditampung disana,” ujarnya.

Begitupun soal isu kemacetan, maka rencana setidaknya ada pembangunan jembatan Musi VI dan Flyover Simpang Sekip menjadi salah satu upaya untuk dapat mengurai kemacetan di Palembang.

“Proyek ini kita sudah siap mengenai pembebasan lahan, mudah-mudahan dalam proses 2020 -2021 sudah selesai dibangun,” katanya.

Dengan adanya Jembatan Musi VI,  maka seperti pembangunan Musi II dan IV juga mampu mengurangi beban kemacetan di tengah kota.

Isu lainnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat terkait masalah sampah, dalam penanganan sampah pihaknya punya rencana jangka pendek dengan penambahan Armada, agar semua sampah dapat terangkut.

Sedangkan jangka panjang Pemkot Palembang saat ini masih proses untuk pembangunan sektor hilir sampah dengan teknologi incinerator (teknologi pembakaran sampah kemudian diubah menjadi energi listrik).

“Penambahan Armada kita lakukan dalam tahun ini sebanyak 30 unit dan untuk incinerator  sudah masuk tender untuk pengolahan sampah, bagaimanapun pengolahan sampah cara yang paling tepat butuh sektor hilir,” tegasnya. Apalagi, untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  ada yang sudah over kapasitas (full), seperti TPA Sukawinatan.

Tak ketinggalan, sebagai kota langganan adipura, penataan ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian khusus, dengan pembukaan ruang terbuka hijau lebih banyak.

“Khususnya disepanjang LRT yang perlu dibenahi, apalagi nanti jika pengelolaannya sudah diserahkan sepenuhnya oleh Waskita Karya kepada kita, karena sejauh ini kita cuma melakukan maitenance dan sebatas bantu menyiram tanaman yang ada di sepanjang jalur tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk infrastruktur meliputi banyak sektor, mulai pembangunan jalan kota, pelayanan kesehatan berupa Rumah Sakit dan Puskesmas, hingga peningkatan kapasitas Air bersih oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Musi.

“Saat ini kapasitas PDAM kita sekitar 4000 liter per  detik, masih minus 500 liter per detik dari kebutuhan masyarakat, karena itu sedang dibangun lagi agar mampu mencakup semua masyarakat yang ada,” tambahnya.

Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Harey Hadi menjelaskan, banyak yang menjadi target pencapaian yang bakal dilakukan oleh Walikota Palembang  Harnojoyo dan Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda 2018-2023, salah satunya menurunkan angka kemiskinan.

“Angka kemiskinan kota Palembang masih di dua digit, dan kita menargetkan ini akan turun ke angka satu digit,” terangnya.

Dari saat ini 10,95 diupayakan turun hingga mencapai satu digit. Target penurunan angka kemiskinan juga didukung dengan program lainnya, yakni dalam bidang pendidikan dengan meningkatkan rata rata lama anak sekolah.

“Rata rata lama sekolah di Palembang mencapai 10,36 atau di tingkat kelas 1 SMA,  Angka ini terus mengalami peningkatan, dan kita tingkatkan hingga lulus SMA,” ujarnya.

Perbaikan dalam bidang pendidikan ini, lanjut Harey menjadi hal penting untuk  Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  di Kota Palembang. “Pada 2017 lalu, IPM kita mencapai 77,22 persen dan Angka tersebut masih yang tertinggi di Sumsel,” katanya.

Dalam RJPMD lanjutnya, pihaknya juga memasukan isu – isu strategis, seperti penanganan banjir, sampah, macet, dan lainnya. “Kami juga tetap melanjutkan, program prioritas subuh berjemaah dan gotong royong merupakan program untuk penggerak mewujudkan  tercapainya visi Palembang Emas Darussalam 2023,” tukasnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.