Banner sumsel

Harnojoyo Akan Tanggung Iuran BPJS Tenaga Honorer Pemkot Palembang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Wali Kota Palembang Harnojoyo bakal menanggung iuran  Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau BPJS Kesehatan tenaga honorer di Pemerintahan Kota (Pemkot) Palembang.

Rencana ini diungkapkan Harnojoyo, saat melakukan audiensi dengan pihak BPJS Kesehatan cabang Palembang dan OPD terkait di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Kamis (11/10/2018).

Menurut Harnojoyo, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerima data terkini mengenai jumlah tenaga honorer dan anggaran yang ada untuk membayar iuran BPJS Kesehatan mereka.

“Yang kita tanggung hanya tenaga honorernya saja, tidak semua yang ada dalam Kartu Keluarga (KK) nya,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengintruksikan pihak terkait untuk memfokuskan dana CSR dari perusahaan-perusahaan di Kota Palembang, untuk membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat tersebut.

“Bila perlu kita buat Perwali terkait CSR untuk alokasi kesehatan. Seperti ketentuannya 75% pajak rokok untuk kesehatan, sehingga bisa meratakan dan meng-cover alokasi pelayanan kesehatan disetiap kawasan di Kota Palembang,” harapnya.

Selain itu, ia meminta agar pihak terkait tidak terlalu terburu-buru dalam mencapai target nasional untuk peserta JKN-KIS tersebut. Pasalnya, ia menilai, akan lebih baik memaksimalkan peserta yang ada sehingga tidak ada tunggakan sama sekali.

“Kita dorong dulu yang ada saat ini, jangan sampai karena ingin mencapai target peserta malah banyak yang menunggak. Saya tidak ingin ada masyarakat Palembang yang ada tunggakan BPJS-nya,” imbaunya.

Kemudian, Harno menambahkan, ada baiknya pihak BPJS memberikan semacam reward sebagai apresiasi instansi atau perusahaan yang taat membayar tagihan BPJS. “Ini bisa menjadi pemicu pihak lainnya untuk lebih akrab dengan BPJS,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan cabang Palembang, dr Andi Ashar AAK mengatakan, terhitung sejak 1 Oktober 2018, sudah ada 83% dari total penduduk Palembang yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Masih kurang sekitar 263.000 jiwa lagi, untuk mencapai target nasional diatas 91% peserta JKN-KIS,” terangnya.

Andi menjelaskan, untuk fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 di Kota Palembang, masih kekurangan delapan faskes lagi untuk menyesuaikan rasionya. Sebagai tambahan, urainya, ada sebanyak 11.807 ASN Pemkot Palembang yang telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Kita apresiasi Pemerintah Kota Palembang yang pembayarannya, tidak ada tunggakan sama sekali,” tandasnya.

(sen)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.