Banner april lebaran
Pemprov Ramadhan

Haris Azhar : Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode, Tapi di Lapangan Lakukan Koalisi

JAKARTA, koranindonesia.id –  Jawaban tegas Presiden Jokowi yang menolak jabatan Presiden 3 periode, dinilai Direktur Eksekutif Kantor Hukum Lokataru Haris Azhar, layaknya seperti cuaca, alias kerap berubah. Padahal di sisi lain, Jokowi punya agenda lain di lapangan kendati Jokowi menyatakan tidak minat menjabat lagi.

Apa yang diucapkan Haris, dalam acara Mata Najwa di Trans7, Rabu (17/3) malam, bahwa ada yang tidak sinkron antara pernyataan Presiden dengan proses politik yang terjadi.

“Awalnya mungkin nolak, tapi nanti tetap akan didaulat,” sindir Haris.

Jokowi seharusnnya paham bahwa dia merepresentasikan lembaga kepresidenan. Lembaga tersebut harus bisa diuji dan dipertarungkan.

“Harusnya dia memastikan, ada agenda sampai 2025, memastikan semua bisa berpartisipasi dalam pembangun-pembangunan,” kata dia.

Meski Jokowi dengan tegas mengatakan tidak berniat menjabat presiden selama tiga periode, nyatanya di lapangan Jokowi telah melakukan koalisi.

“Problemnya, statement (Jokowi) kadang beda seperti cuaca, berubah-ubah. Memang Jokowi tidak berminat, tapi (sudah) ada agenda lain di lapangan seperti koalisi-koalisi,” kata Haris.

Haris Azhar kemudian menyatakan ketidak sinkronan antara pernyataan Jokowi dengan proses politik yang terjadi.

Sebelumnya Jokowi menolak jabatan Presiden 3 periode, ia bahkan mengutip bahwa Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur bahwa masa jabatan presiden paling lama hanya dua periode.

Oleh karena itu, Jokowi mengimbau agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan di dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur masa jabatan presiden paling lama dua periode. Mari kita patuhi bersama,” ujar Jokowi. (ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.