Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Hari Pertama PSBB di Jakarta, Penumpang KRL Commuter Line Naik Puluhan Ribu

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan masa transisi setelah menginjak rem darurat lewat Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) fase 2. Dengan kembali ke masa transisi tempat usaha dan perkantoran yang sempat ditutup kini mulai dibuka kembali.

Hal ini berimbas langsung pada kenaikan jumlah pengguna KRL pada Senin (12/20/2020) pagi ini yang mencapai 70.634 orang. Jumlah ini meningkat 7 persen dibandingkan pada Senin pekan lalu saat PSBB ketat masih diberlakukan.

“Hingga pagi hari ini kami tetap mengoperasikan 933 perjalanan KRL setiap harinya dengan 91 rangkaian kereta yang siap melayani para pengguna Commuter Line dengan mengutamakan protokol kesehatan,” kata VP Corporate Communicatio.

Anne melanjutkan, stasiun-stasiun yang mencatat kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bogor dengan total penumpang 6.719. Di stasiun ini lonjakan penumpang mencapai 20 persen Senin pekan lalu.

Kemudian stasiun Bekasi dengan total penumpang 3.817 atau naik 6 persen, dan Stasiun Depok dengan jumlah penumpang 3.312 pengguna atau naik 10 persen.

Walau di tiga stasiun ini ada lonjakan penumpang namun kata Anne di beberapa Stasiun justru mencatat jumlah pengguna turun, misalnya Stasiun Rangkasbitung dengan total 2.262 pengguna atau turun 5 persen

“Ada kenaikan, situasi di stasiun pada pagi hari ini relatif kondusif dengan antrean dan penyekatan yang diatur oleh petugas agar physical distancing diantara para pengguna tetap terjaga,” klaim Anne.

Anne menyebut, tren volume pengguna pada pagi hari ini juga menjadi salah satu pertimbangan KCI dalam mengevaluasi rencana pola operasi perjalanan KRL pada masa PSBB Transisi kali ini.

Boleh jadi KCI memperpanjang waktu operasional untuk menghindari penumpang yang terlantar sebab pada masa transisi ini jumlah KRL juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

“Jika dianggap perlu perpanjangan jam operasional KRL, maka kami menginformasikan perubahan tersebut secepatnya,”pungkasnya.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta melepas rem darurat dengan tidak memperpanjang PSBB ketat lantaran wabah Covid-19 yang sempat meroket pada masa transisi fase I diklaim sudah mulai diatasi.

Masa transisi berlaku selama dua pekan kedepan terhitung mulai hari ini. Demi menekan penularan wabah corona, warga diminta untuk tetap mentaati protokol kesehatan.

“Kami tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan dengan ketat di stasiun maupun di dalam KRL. Seluruh pengguna wajib menggunakan masker yang terbukti efektif mencegah droplet, atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung. Pengguna juga wajib menjaga jarak, mengikuti pengukuran suhu tubuh,”tuntasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.