Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Hari Jadi IPU ke-130, DPR Dorong Diplomasi Multilateral Hadapi Tantangan Global

Jakarta,koranindonesia.id-Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mengapresiasi peluncuran buku peringatan 130 tahun berdirinya Inter–Parliamentary Union (IPU). Menurutnya, buku yang berisi perjalanan IPU selama 130 tahun ini merupakan wujud pertanggungjawaban publik atas eksistensi IPU dan sejalan dengan visi misi DPR RI, khususnya Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) dalam mendukung keterbukaan parlemen.

“Saya menaruh apresiasi yang tinggi kepada BKSAP selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai isu-isu global pada forum IPU. Walaupun di tengah pandemi ini, di usia IPU ke-130 tahun ini kita tetap melakukan karya-karya terbaik kepada bangsa dan terus mempromosikan demokrasi,” ujar Azis saat memberikan sambutannya pada peluncuran buku IPU yang digelar secara virtual untuk memperingati Hari Jadi IPU ke-130, Kamis (8/10/2020).

Dilansir dari situs resmi DPR_RI, pertemuan juga dihadiri secara virtual oleh Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani, Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Presiden IPU Gabriella Cuevas Baron. Forum juga memfasilitasi diskusi panel yang membahas pentingnya kolaborasi melalui kerja sama antara organisasi internasional dan regional dalam menjawab berbagai tantangan global. Diskusi dimoderatori Wakil Ketua BKSAP Charles Honoris dengan menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif CSIS Jakarta Phillips J. Vermonte.

IPU merupakan organisasi internasional yang menghimpun parlemen-parlemen negara di berbagai belahan dunia dengan total anggota 46,000 anggota parlemen dari 173 negara. DPR RI melalui BKSAP selama ini aktif berkontribusi secara signifikan dalam pembahasan berbagai isu-isu global pada forum IPU.

Pada usianya yang ke-130 tahun, sebagai suatu organisasi politik multilateral pertama di dunia, IPU secara konsisten terus menyuarakan pentingnya kerja sama dan dialog antar negara. IPU terus mempromosikan demokrasi, sekalipun di tengah tantangan ketidakpastian global yang dihadapi hari ini. Pandemi Covid-19, disrupsi ekonomi, serta dinamika geopolitik di berbagai belahan dunia tidak boleh menghentikan demokrasi.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) ini juga menegaskan, sejalan dengan semangat konsistensi IPU tersebut, diplomasi DPR RI tetap berjalan di tengah keterbatasan akibat pandemi global. Kendati untuk sementara waktu, interaksi antar anggota parlemen harus dibawa ke ranah virtual. Namun, esensi dialog antar anggota parlemen masih tetap ada.

“Saya mencatat pandemi tidak menghentikan kegiatan diplomasi yang dijalankan BKSAP. Pertemuan Grup Kerja Sama Bilateral baik dengan mitra kerja di parlemen negara sahabat maupun dengan Duta-Duta Besar beberapa bulan terakhir juga mencoba beralih menggunakan media digital,” kata politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Terkait pandemi Covid-19, ia mendorong semangat multilateralisme di tengah ketidakpastian global yang tidak menentu. Parlemen perlu bersatu dan aktif menginisiasi komunitas global untuk turut aktif menjawab tantangan yang tengah dihadapi seluruh negara di dunia saat ini. “Semoga upaya-upaya diplomasi multilateral yang dilakukan berbagai pihak untuk bersama-sama mengatasi pandemi dapat segera membuahkan hasil,” imbuh Azis.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.