Hari ini di Prediksi Puncak Arus Balik Via Udara

JAKARTA,koranindonesia.id-Presiden Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan mulai H+1 AP II akan mulai melayani arus balik Lebaran. Hingga H+8 Lebaran, AP II diprediksi akan melayani 6,3 juta penumpang di seluruh bandara yang dikelolanya. Puncak arus balik diprediksi pada H+3 atau Selasa (19/6).

Untuk itu, kata Awaluddin seperti dilansir kemenpar.go.id AP II akan bekerjasama dengan seluruh stakeholder untuk memastikan pelayanan arus balik ini berjalan dengan lancar. Seperti memastikan ketersediaan moda transportasi untuk mengantar para penumpang dari bandara ke rumah.  AP II siap memastikan angkutan seperti bus, taksi, kereta bandara dan transportasi alternatif lainnya akan tersedia dengan baik.

“Kami juga terus menyiagakan seluruh posko angkutan lebaran berikut semua personil di 15 bandara. Hal ini untuk menjaga standar operasional dan pelayanan dalam meningkatkan kenyamanan serta kepuasan seluruh pemudik dan pengguna jasa bandara,” kata Awaluddin.

Sebelumnya AP II sudah melayanan arus mudik 2018 disejumlah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II berlangsung lancar. Dari 15 bandara yang dikelola, AP II melayani 3 juta penumpang.

Angka riil penumpang yang dilayani AP II selama mudik 2018 adalah 3.055.831 penumpang. Data tersebut diambil dari H-8 Lebaran. Jumlah itu tumbuh 5,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun 2017 hanya 2,9 juta. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan pergerakan pesawat. Dari H-8, tercatat terjadi pertumbuhan 2,69% dibanding tahun lalu. Yaitu mencapai 21.577 pergerakan pesawat.

Sementara  Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi bagi kesiapan serta peningkatan standar pelayanan yang dilakukan AP II.

Masyarakat kini makin nyaman melakukan perjalanan mudik Lebarannya. Selain itu ini merupakan bukti aksebilitas udara Indonesia kini semakin mumpuni.

“Ini merupakan contoh konkrit makin mumpuninya aksesibilitas udara Indonesia. Arus mudik yang begitu tinggi terlayani dengan baik. Kedepan pariwisata Indonesia juga akan semakin terdongkrak dengan kemudahan aksebilitas udara yang ada,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengatakan kesiapan ini juga merupakan bukti komitmen kuat dari seluruh stakeholder. Rumusnya 3S. Ada solid, speed, dan smart. Untuk mencapainya dibutuhkan kekompakan semua elemen. Speed dibutuhkan untuk memenangkan persaingan ke depan. Sebab, kecepatan akan kalahkan pergerakan lambat. Lalu, smart berbasis digital.

“Konsep 3S ini harus dilakukan secara menyeluruh. Semua stakeholder harus solid, kompak, bersatu, dan bersemangat untuk maju. Untuk itu, perlu dilakukan percepatan sehingga kita makin mendunia. Dan ini ditopang aspek digital. Digital penting agar semakin personal, profesional, dan global,” tutupnya. (ard)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.