Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Hari Ini, Agenda Sidang dengan Terdakwa HRS Tetap Dilakukan Secara Online

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali akan menjalani sidang, Selasa (23/3) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atau perlawanan terdakwa atas dakwaan jaksa terhadap pendiri Front Pembela Islam (FPI), yang kemudian ditetapkan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan pada 30 Desember 2020.

Rizieq Shihab menghadapi tiga dakwaan pelanggaran protokol kesehatan dan Undang-undang tentang Kekarantinaan, dan larangan berkumpul masa pandemi virus corona atau Covid-19.

HRS menjadi terdakwa kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan kerumunan masyarakat saat acara di kompleks Pondok Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Puncak Bogor, Jawa Barat.

Walau HRS bersikeras menolak sidang online (virtual), namun pengadilan tetap melaksanakan sidang online.
Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa akan dihadirkan secara virtual di Ruang Bareskrim Polri di Jakarta Selatan. HRS menjalani sidang melalui teleconference di Bareskrim Polri.

Pada sidang lanjutan pembacaan eksepsi ini, majelis hakim membatasi jumlah tim pengacara yang mendamping terdakwa.
Sebelumnya Humas PN Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, terdakwa Rizieq Shihab tidak akan dihadirkan di ruang sidang secara langsung, melainkan secara online.
“Masih virtual (hadirnya Rizieq dalam persidangan),” kata Alex.

Pembatasan jumlah tim kuasa hukum terdakwa ini untuk menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2021 tentang pembatasan jarak orang.

Menanggapi pembatasan jumlah tim kuasa hukum, diantaranya Alamsyah Hanafiah mengatakan bahwa pembatasan jumlah kuasa hukum di ruang sidang tersebut tidak akan berpengaruh bagi tim kuasa hukum.
Dikatakan, tim kuasa hukum Rizieq Shihab tidak akan menghadiri jalannya sidang hari di di PN Jakarta Timur.

“Besok (hari ini) kami hanya akan menyerahkan eksepsi. Ya, gak masalah kalau dibatasin, kami juga tidak akan hadir,” kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Senin kemarin.
Sementara itu, kepolisian menambah jumlah personel untuk menjaga keamanan di lingkungan PN Jakarta Timur, dibandingkan sidang pekan lalu.

Sekitar 1.400 personel gabungan untuk mengamankan jalannya sidang lanjutan kasus pelanggaran protokol kesehatan atas terdakwa HRS.
“Sama seperti kemarin, kami siapkan sekitar 1.400 personel tetapi itu gabungan,” kata Kepala Bidang HUmas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kemarin.
Kendati demikian, keseluruhan personel keamanan itu tidak diturunkan bersamaan. Namun tetap disiapkan personel.
“Jadi 1.400 personel itu, yang kami kedepankan itu 750 (orang) nanti jadi ada cadangannya,” kata Yusri. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.