Banner sumsel

Hanya punya Lima Komputer SMA 20 Lakukan Ujian Nasional Kertas Pensil

PALEMBANG, koranindonesia.id–  Dari 22 SMA Negeri yang ada di kota Palembang, ada satu SMA Negeri Palembang masih menerapkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) yakni SMA Negeri 20. Sekolah tersebut belum melaksankan UNBK karena hanya memiliki 5 komputer. Hal ini terlihat saat Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi Sumsel melakukan pantauan langsung ke SMA Negeri 20 Palembang, di hari Ujian Nasional (UN) SMA pertama, Senin (9/04/2018).

Kepala Disdik provinsi Sumsel Widodo melalui Kabid SMA provinsi Sumsel Bonny Syafrian mengatakan, saat ini sudah ada 85 % atau sekitar 55.540 siswa/ SMA di Sumsel menggelar UNBK, dan sisanya 15 % atau 9.700 masih UNKP. “Kalau kita data sebagian memang banyak di luar daerah kota Palembang. Jadi total yang ikut UN sebanyak 65.240 siswa SMA di Sumsel,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 20.

Bonny menjelaskan, dari 22 SMA Negeri yang ada  di Palembang, masih ada 1 yang masih menerapkan UNKP. Yaitu SMA Negeri 20 Palembang masih menggunakan UNKP.

“Sebagian lagi ada beberapa Kabupaten masih menggunakan UNKP, kita sendiri tidak bisa memaksa, karena sarana dan prasarananya belum mencukupi,” bebernya.

Lebih lanjut Bonny mengungkapkan, karena SMA Negeri 20 Palembang dekat dengan Disdik Provinsi Sumsel, makanya Kepala Disdik ingin mengecek dan melihat sendiri agar sekolah tersebut ke depan dapat menerapkan UNBK. “Setelah dilihat ternyata hanya 5 masih berfungsi, sedangkan sisanya banyak yang rusak.  Disdik berharap ditahun depan, tidak hanya di Palembang melainkan semua kabupaten/kota lainnya bisa menggelar UNBK 100 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberikan beberapa donasi sarana komputer, meski tidak terlalu banyak. Namun sarana komputer bisa diperbanyak lagi dengan cara bertahap.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 20 Palembang Agustina Wati mengungkapkan, tahun ini pihaknya belum bisa menerapkan sistem UNBK, melihat kondisi hanya 5 sarana komputer dalam kondisnya baik, dan sisanya lagi banyak rusak. “Kalau mau UNBK sendiri, kita harus menyiapkan 102 komputer dan 6 komputer cadangan,” ucapnya.

Agustina menjelaskan, untuk siswa  SMA Negeri 20 Palembang yang mengikuti UNKP sendiri berjumlah 257 peserta. “Kita juga tidak bisa menggelar UNBK, karena ada beberapa kondisi disini belum memadai. Belum lagi biaya UNBK yang dirasakan cukup berat. Kita berharap kedepan sarana bisa terpenuhi dan agar semua bisa mengikuti UNBK,” pungkasnya. (win)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.