Hanya Naik Dua Tingkat

PALEMBANG, koranindonesia.id – Hasil buruk masih diraih Sriwijaya FC (SFC) hingga pekan ke lima kompetisi Liga 1 bergulir,  karena kembali hanya mampu meraih satu poin, pada duel tandang kontra Persebaya, malam ini Minggu (22/4/2018) di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, harus berakhir dengan skor imbang 1-1.

Jika sebelumnya berada di peringkat 13 klasemen sementara, hasil imbang ini hanya mampu mendongkrak posisi Laskar Wong Kito naik dua tingkat di posisi 10. Meski demikian masih ada beberapa tim yang belum berlaga di pekan kelima ini, diantaranya Persela Lamongan dan Bahyangkara  FC dengan 5 poin. Tentunya ini sangat berpeluang menggeser posisi SFC kembali mampir ke peringkat 13.

“Kita terlalu bersemangat, hingga terlalu mengikuti ritme tim lawan,” kilah Pelatih SFC Rahmad Darmawan yang akrab disapa RD, dihubungi koranindonesia.id malam ini.

Tapi RD berjanji akan memaksimalkan laga berikutnya. Ia juga akan melakukan evaluasi terhadap anak asuhnya. “Secara keseluruhan pemain sudah optimal. Mau bagaimana lagi beginilah sepakbola,” ringkasnya.

Sementara itu Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera mengaku kurang senang. Lantaran seharusnya anak asuhnya mendapatkan tiga poin. Selain gagalnya eksekusi penalti di menit ke 60 yang cukup membuatnya kecewa. “Kita seharusnya bisa memaksimalkan laga ini. Tapi hanya kurang beruntung saja,”ujarnya.

Alfredo justru menilai, jika permainan penggawa Laskar Wong Kito disebutnya tidak bisa berkembang. Hanya saja semangat tim tamu membuat anak asuhnya sedikit sulit mencari celah. “Tapi saya juga tidak ada masalah kita mendapatkan satu poin. Satu poin dikandang tidaklah buruk,”tuturnya.

Meski berstatus klub promosi Liga 1 2018, namun Persebaya membuktikan diri sebagai tim yang tidak bisa diremehkan. Sebagai bukti, hingga pekan keempat, klub asal Surabaya ini nangkring di peringkat kedua klasemen sementara. Sriwijaya FC yang menyambangi markas Persebaya pun sempat merasakan taji The Green Force. Laga baru memasuki menit 10, Persebaya membuka keunggulan melalui striker David Da Silva.

Berawal dari Marckho Sandy Merauje yang kehilangan bola di lini tengah, bola yang dibawa Misbakun Solikin di sisi kanan pertahanan SFC diumpan ke arah David Da Silva yang berada di depan kotak penalti. Meski sendirian, David Da Silva percaya diri mengelabui sedikitnya tiga pemain belakang SFC sebelum melepaskan sepakan mendatar diagonal ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Teja Paku Alam. Tertinggal satu gol, SFC berusaha mengejar. Sayang, beberapa kali pemain depan SFC terjebak perangkap offside yang dilakukan sangat baik oleh pemain bertahan Persebaya.

Namun upaya keras Vizcarra dkk akhirnya menemui hasil di menit 44. Diawali pemain Persebaya yang terpeleset di sisi kiri pertahanan sendiri, bola berhasil dikuasai Yuu Hyun-koo dan langsung dikirimkan kepada Alberto Goncalves yang berada di kotak penalti. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persebaya yang tak menduga mendapat serangan mendadak, Beto melepaskan sepakan keras ke tiang jauh dan gol. Kedudukan pun kembali sama kuat 1-1. Hingga wasit Rihendra Purba mengakhiri babak pertama, tak ada lagi gol tercipta.

Sementara itu di babak kedua pola permainan kedua tim hampir sama seperti babak pertama. Baik ritme dan tempo kedua tim tidak menyurutkan tensi pertandingan. Bahkan skor pun tidak berubah sampai wasit meniupkan peluit skor 1-1 pada pekan ke lima Liga 1 Indonesia. (mul)

 

.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.