Hanya Ambil HP, Penjahat Sadis Ini Tega Hantam Kepala IRT Pakai Linggis

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Hanya untuk mengambil satu unit ponsel, Farouk Alfero (27) warga Jalan Mayor Zen, Lorong Iwari, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang tega menghantam kepala korbannya yang merupakan seorang perempuan hingga kritis.

Atas perbuatan tersebut kini tersangka yang sebelumnya diamankan Tim Buser Polsek Kalidoni yang dipimpin Ipda Heriyanto saat berada di seputaran Pasar 16 Ilir Palembang harus mendekam di sel tahanan Polsek Kalidoni Palembang.

Dari data diperoleh, aksi perampokan di rumah korban Lina Marlina yang tak lain adalah tetangga pelaku sendiri itu terjadi pada 26 September lalu. Saat itu pelaku memakai kain penutup membawa linggis masuk ke rumah korban melalui pintu belakang.

Namun begitu masuk, pelaku langsung berhadapan dengan korban yang sedang menonton televisi bersama putrinya yang baru berusia 14 tahun dan saat itu juga tanpa basa basi pelaku memukulkan linggis tersebut ke kepala korban hingga terkapar bersimbah darah.

Tak hanya Lina, melihat putri korban, Natalia yang berteriak, pelaku juga memukul kepala saksi hingga pingsan dan setelah keduanya tak berdaya, pelaku mengambil satu unit ponsel yang terkapar di dekat korban, lalu kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Atas peristiwa yang dialaminya, korban yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit membuat laporan di Polsek Kalidoni Palembang dan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi yang mendapat identitas dan keberadaan pelaku langsung melakukan penyergapan.

Kapolsek Kalidoni AKP Irene saat memimpin gelar hasil ungkap kasus mengatakan, saat melancarkan aksi tersebut pelaku memakai kain sebagai penutup wajah, namun setelah dilakukan penyelidikan pihaknya mendapat identitas pelaku dan langsung dilakukan penyergapan pada 15 November.

“Saat ini kondisi kedua korban sudah membaik, sedangkan untuk tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan atas perbuatannya akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian menggunakan kekerasan,” kata Irene, Rabu (20/11/2019).

Bersama tersangka, Irene menambahkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti satu buah linggis sepanjang 50 cm yang dipakai untuk memukul korban serta pakaian yang dikenakan pelaku saat melancarkan aksinya.

Sementara itu tersangka Farouk yang sehari-hari bekerja di sebuah toko elektronik di kawasan Pasar 16 Ilir dengan gaji Rp50.000 per hari ini mengaku tak ada niat melukai korban, namun karena tepergok korban membuatnya nekat memukulkan linggis yang dibawanya tersebut.

“Waktu saya pukul korban, anaknya berteriak jadi saya pukul juga dan HP itu sudah aku jual di IP seharga Rp600.000 dan uangnya sudah habis untuk beli rokok serta kebutuhan sehari-hari,” tutur Farouk saat dihadirkan dalam gelar hasil ungkap kasus. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.