Hanny Tahapari Dorong Sinergitas Dalam Penanganan Bencana di Maluku

JAKARTA ,koranindonesia.id– Salah satu tokoh Maluku. Hanny Tahapari, mendorong percepatan upaya penangan korban musibah gempa bumi di Maluku
“Perlu dilakukan langkah antisipasi dan usaha preventifnya secara sinergis baik oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat,” kata Hanny kepada koranindonesia.id di ruang kerjanya, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Menurut Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Kesekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI ini, musibah gempa bumi  yang telah melanda beberapa daerah di Maluku selama beberapa minggu terakhir ini tentu ikut menurunkan kualitas hidup orangtua, ibu dan anak-anak.
Masalah ekonomi jelas terdampak karena banyak kegiatan ekonomi yang tertunda atau terganggu karena musibah. “Oleh karena itu langkah cepat, responsif serta sinergis dari Pemerintah amatlah ditunggu oleh masyarakat,” katanya..
Pemerintah Pusat perlu menyertakan partisipasi penduduk lokal juga dalam pencegahan dan penangan para korban bencana. “ Dana yang dipergunakan sebaiknya juga disalurkan ke penduduk lokal karena mereka berada di garis terdepan dan paling terdampak akibat gempa bumi yang terjadi” tutur sosok yang disebut-sebut akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota Ambon 2020 mendatang ini.
Hanny meyakini, meskipun Maluku sedang mengalami bencana gempa bumi, tapi masyarakat Maluku tidak akan pernah mau apalagi dianggap menjadi beban negara seperti yang sempat ramai.
“Saya kira rakyat di Maluku dengan terlepas dari karakter tipologi orang Maluku ketika orang meminta maaf. Saya orang Maluku, saya percaya betul Maluku pasti akan memberi maaf, tapi maaf yang dibutuhkan orang Maluku bukan maaf omongan saja, bukan komunikasi verbal, tapi maaf itu harus terealisasi dalam bentuk kepedulian yang nyata dari negara bagaimana menangani pengungsi di Maluku”. tutur Hanny.
Yang menyelesaikan masalah di publik adalah ketika mereka melihat negara hadir disaat melihat kondisi mereka cemas dan takut. Tidak semua orang Maluku korban terdampak langsung dari gempa. Tapi lebih banyak kondisi psikologis suasana kebathinan mereka.
“Kita harus paham betul merupakan eksresi naluri dasar manusia mempertahankan hidup. Sehingga manusia kemudian merasa cemas, gelisah dan rasa takut, lalu mereka mengungsi. itu bukan salah mereka” ujar Hanny.
Jadi yang dibutuhkan masyarakat Maluku yang menjadi korban gempa bumi adalah negara hadir untuk memberikan perlindungan. Kalau memang bantuan distribusi misalnya terpal, sarung makanan dan sebagainya kurang, paling kurang distribusi empati. “Kalau distribusi fisik kurang, ada distribusi empati negara hadir disitu” tegas Hanny.
Dari informasi data- data yang diterimanya dari Maluku, ada banyak lokasi lokasi ditempat pengungaian yang belum mendapat sentuhan dari BNPB. “Saya kira orang Maluku tidak merengek-rengek, mereka tidak butuh di kasihani, mereka punya harga diri, yang mereka butuhkan adalah hak mereka sebagai warga negara. Mereka membutuhkan kehadiran negara,”.
Hanny berharap pada pemerintah untuk responsif lagi menangani korban pengungsi di Maluku. Kalau selama ini pemerintah telah bergerak dan telah memberi bantuan kepada pengungsi, selanjutnya dilakukan lebih serius dan ditingkatkan lagi.
“Sehingga lokasi pengungsian ada perhatian dari pemerintah dan harapan saya terhadap masyarakat Maluku terutama saudara – saudara saya yang saat ini ditempat pengungsian, tetap semangat dan kuat menghadapi cobaan ini,” pungkas Hanny.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.