Banner Pemprov Agustus

Hadapi Perubahan Struktur Ekonomi dan Pembangun Global, Pemprov Sumsel Evaluasin RPJPD Tahun 2005 – 2025 

PALEMBANG,koranindonesia.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel SA Supriono membuka Focus Group Discusssion (FGD) evaluasi RPJPD tahun 2005 – 2025 di Ballroom Hotel Aryaduta, Senin (7/11).

Dimana, menurut Supriono, evaluasi tersebut dilakukan sebagai sarana dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi dan pembangunan global yang saat ini terjadi secara cepat.

“RPJPD ini harus terus menerus dilakukan evaluasi sehingga kita mengetahui rencana apa yang harus dilakukan di masa mendatang,” katanya.

Terlebih, belum lama ini Indonesia, termasuk Sumsel baru saja melewati pandemi covid 19 yang sangat berdampak pad sejumlah sektor mulai dari ekonomi hingga pembangunan.

Dia menilai, RPJPD tersebut memang perlu dilakukan. Hal itu, menjadi tolak ukur kesesuaian antara RPJMD dan RPJPD.

“Dengan evaluasi ini, kita dapat melihat sinkronisasi rencana jangka panjang dan rencana menengah pembangunan ini. Jika belum tercapai, maka akan disesuaikan,” bebernya.

Dia menyebut, evaluasi ini juga untuk menyelaraskan antara rencana pemerintah daerah dan pusat berjalan sebagaimana mestinya.

“Pernak pernik rencana pembangunan di Sumsel ini harus juga selaras dengan RPJPN. Karena kita menginginkan Sumsel ini juga sebagai penggerak ekonomi regional dan penyedia energi berkelanjutan,” paparnya.

Sebab itu, dia mengharapkan, agar dalam penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 nantinya dapat dilakukan sebaik baiknya dengan melihat keselarasan empat RPJMD yang telah dilakukan.

“Dalam penyusunan rencana 20 tahunan itu harus juga dilakukan dengan baik agar program tersebut tidak parsial. Semua program harus berkaitan dan selaras. Program Energi Baru Terbarukan juga harus ada dalam RPJPD mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel, Regina Ariyanti mengatakan, evaluasi tersebut sebagai patokan dalam penyusunan RPJPD tahun 2025-2045.

“Evaluasi ini sebagai patokan kita. Jadi nanti jika ada yang belum tercapai, akan kita sesuaikan sehingga pembangunan yang dilakukan dapat terus berkelanjutan,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Proyek Land4Lives Icraf Indonesia Andree Ekadinata mengemukakan saran dalam penyusunan RPJPD 2025-2045 mendatang.Dimana, Sumsel perlu mewaspadai perubahan lingkungan yang menyebabkan menurunnya potensi di sektor SDA.

Hal ini mengingat kekayaan SDA di Sumsel termasuk pertanian dan perkebunan menjadi ujung tombak ekonomi Sumsel.

“Sumsel perlu memikirkan pencegahan dan penanganan bencana. Serra melanjutkan pembangunan berbasis lahan, slah satunya dengan cara ekspansi,” katanya.

Dia meyakini, Sumsel mampu mengembangkan pertanian dan perkebunan dalam mendongkrak ekonomi dan pembangunan dengan hanya menjaga daya tampung.

“Jasa ekosistem yang menjadi daya dukung yakni penyediaan pengaturan, pendukung, dan budaya. Hal itu bisa menopang pengembangan daerah ini,” pungkasnya.

Diketahui, FGD tersebut diikuti oleh sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, Pemkab, maupun Pemkot. (Ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.