Banner sumsel

H-1 Ramadhan, Tempat Hiburan dan Pijat Urut Dilarang Beroperasi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Memasuki H-1 ramadhan, seluruh tempat hiburan baik itu karaoke family dan Panti Pijat Urut Tradisional (PPUT) harus tutup. Pemerintah Kota Palembang akan memberikan sanksi tegas jika masih ada  melanggar.

Himbauan tersebut  disampaikan dalam Surat Edaran Walikota Palembang Nomor 16/SE/Satpol PP/2019 tentang operasional tempat hiburan, restoran dan rumah makan, panti pijat urut tradisional dan panti pijat urut modern selama bulan suci ramadhan 1440 H.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, terhitung  H-1 ramadhan tempat hiburan seperti club malam, bar, diskotik, karaoke juga panti pijat tidak boleh beroperasi hingga dua hari setelah lebaran.

“Hal ini untuk mewujudkan ketenangan, ketentraman dan ketertiban serta kenyamanan umat Islam  menjalankan ibadah puasa ramadhan,” katanya, Selasa (30/4/2019).

Sementara pemilik, pengelola atau pengusaha restoran, rumah makan dan warung kopi, selama bulan suci ramadhan tidak melakukan kegiatan operasionalnya secara demonstratif khususnya pada siang hari.

“Dengan kata lain pada siang hari dapat dibuka, tetapi dengan memasang tabir penutup pada bagian yang dapat dilihat masyarakat umum,” ujarnya.

Ditegaskannya, apabila didapati tempat hiburan, PPUT dan PPUM serta rumah makan tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Palembang bersama instansi terkait akan melakukan teguran dan atau peringatan.

“Jika teguran pertama atau peringatan tidak diindahkan, maka Pemkot akan memberi sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bisa penutupan tempat usaha, pidana paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000 ,” jelasnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.