Guyuran Hujan Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Ego di Rumah Susun

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Dibawah guyuran hujan jajaran Unit Ranmor Reskrim Polrestabes Palembang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban M Ego Ramadhani di Blok 26 Rumah Susun (Rusun), Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I Palembang Kamis (14/11/2019).

Reka ulang adegan kasus pembunuhan yang terjadi pada 4 Mei 2018 lalu itu diperankan oleh tersangka Rahmat Hidayat alias Dayat (25) di lokasi kejadian dengan menampilkan 12 adegan hingga korban tewas dengan sejumlah luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Rekonstruksi diawalai dengan adegan saat korban diperankan petugas, bersama saksi Ahmad Ferdi sedang berkumpul di kos Rusun Blok 26, sedangkan saksi Dede Ary Sandi sedang tidur sambil memainkan ponsel di rumah sebelahnya.

Kemudian pada adegan kedua, tersangka membawa sebilah pisau mendobrak pintu kos bersama pelaku Tatak (DPO) yang membawa sebilah pedang, keduanya masuk dan mendekati serta mencoba menusuk korban yang sedang berguling sambil memainkan ponsel.

Namun hal itu gagal karena saksi Ahmad Ferdi sempat mendorong tersangka, namun dibawah ancaman pedang pelaku Tatak, agar saksi Ferdi tidak ikut campur. Lalu saksi melihat pelaku menusuk perut sebelah kanan korban dengan pisau.

Selanjutnya pelaku Tatak menebaskan pedang ke arah korban dan mengenai tangan kirinya. Mendapat serangan bertubi-tubi, korban berlari sembari terus dikejar kedua pelaku dengan membawa senjata masing-masing.

Menyaksikan hal itu saksi Ferdi ikut mengejar di belakang pelaku, sementara saksi Dede Ary Sandi melihat korban menuruni tangga sambil memegang perut, namun tetap dikejar kedua pelaku, meski saksi meminta pelaku menghentikan aksinya.

Akan tetapi permintaan itu tak dihiraukan dan tersangka Dayat kembali menusuk korban. Untuk adegan kesembilan Dayat menusuk ke arah badan belakang korban sebanyak satu kali yang disaksikan Ahmad Ferdi.

Pada adegan ke sepuluh, lagi-lagi tersangka Dayat menancapkan pisau ke badan belakang korban sambil mengejar, hingga korban menabrak seng dan tersungkur ke selokan. Namun aksi penusukan tetap dilakukan tersangka, hingga saksi pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Kanit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang Iptu Novel Siswandi Kurniawan usai memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, reka ulang adegan dengan menghadirkan tersangka di lokasi kejadian dan untuk mengetahui kronologi kejadian sebenarnya.

“Rekonstruksi dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan sebelum berkas dikirim ke kejaksaan. Alhamdulillah selama proses penyidikan dan rekonstruksi pelaku kooperatif bersikap kooperatif,” katanya.

Sementara itu untuk satu pelaku lainnya yang kini masih buron, Novel memastikan, bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengejaran. “Kita imbau agar pelaku segera menyerahkan diri, atau akan diberikan tindakan tegas, terlebih jika melakukan perlawanan saat diamankan,” tandasnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.