Banner sumsel

GURU “DIGUGU DAN DITIRU”

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

Beberapa waktu yang lalu, seorang guru tampak seperti dikeroyok oleh sejumlah siswa di media sosial. Kemudian video tersebut menjadi viral di media sosial. Memang sangat miris melihat video yang sempat menghebohkan dalam dunia pendidikan. Dalam video tersebut saat proses pembelajaran, beberapa murid berkelakuan sangat tidak pantas terhadap seorang guru. Beberapa murid terlihat seperti mengeroyok seorang guru di ruang kelas.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu SMK di Kendal, Jawa Tengah. Namun, setelah menjadi viral dan menjadi bahan pembicaraan, sang kepala sekolah SMK tersebut menyangkal bahwa video tersebut berisi pengeroyokan. Dia mengutarakan bahwa situasi dan kondisi  tersebut hanya bercanda atau sebuah guyonan antara guru dan beberapa siswanya. Di dalam proses pembelajaran tersebut, guru mengajar muridnya dengan metode humor.

Berkaca dari kejadian tersebut, seharusnya seorang murid menghargai dan menghormati gurunya, seperti mereka memperlakukan dan menghormati orang tua mereka sendiri. Namun kenyataannya, dari kejadian di atas, sangat jauh dikatakan bahwa mereka sebagai murid berkarakter dan berbudi baik.

Penanaman sikap karakter kepada peserta didik mutlak harus dilakukan. Terlebih lagi nilai-nilai agama harus diutamakan. Pendidikan bertujuan untuk menjadikan peserta didik cerdas dan menjadi baik. Membantu peserta didik menjadi lebih baik dalam bertingkah laku, bersikap dan berkarakter itu lebih sulit dibandingkan menjadikan anak didik yang cerdas dan pintar. Terkait dengan karakter peserta didik itulah, lalu muncul pendidikan karakter.

Menurut Williams & Schnaps (1999) bahwa pendidikan karakter sebagai setiap pendekatan yang disengaja oleh personel sekolah, bersama dengan orang tua dan anggota masyarakat untuk membantu anak-anak dan remaja menjadi lebih peduli, berprinsip dan bertanggung jawab.

Karakter merupakan cerminan dari kepribadian secara utuh dari seseorang: mentalitas, sikap dan perilaku. Peserta didik harus ditanamkan perilaku yang baik, nilai-nilai yang baik seperti rasa hormat terhadap orang tua dan saling menghargai sesama teman. Kualitas moral peserta didik yang harus selalu menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. Hal itulah mengapa pendidikan karakter perlu diajarkan. Seperti konsep pendidikan karakter yang pertama kali diperkenalkan Thomas Lickona 1900-an bahwa pendidikan karakter tidak sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik.

Sikap dan perilaku seorang guru selalu menjadi panutan bagi orang lain, baik di sekolah maupun di masyarakat. Guru yang baik dalam proses pembelajaran, pasti akan disenangi oleh para peserta didik. Sebaliknya, guru yang kurang menguasai interaksi belajar-pembelajaran, ia akan “dijauhi” oleh siswa. Guru harus menjadi inspiratif dan menyenangkan.

Seorang guru juga harus memberikan contoh teladan bagi siswanya. Bahwa apa yang mesti disampaikan oleh para pendidik kepada peserta didiknya haruslah dengan cara-cara yang santun tanpa harus memaksa apalagi menggunakan kekerasan. Tayangan-tayangan sinetron di televisi yang kurang pas untuk ditonton oleh usia pelajar juga memengaruhi akhlak mereka. Maka, keteladanan dari para pendidik itulah yang sangat diperlukan demi terciptanya iklim pendidikan yang positif untuk siswa.

Guru sebagai kunci utama kualitas pendidikan. Para pendidik ini merupakan ujung tombak pendidikan. Majunya kualitas suatu bangsa, harus berbanding lurus dengan majunya pendidikan.

Seperti ungkapan bijak Imam Ghazali, seorang ahli filsafat Islam bahwa seorang yang berilmu, kemudian bekerja dengan ilmunya itu, dialah yang dinamakan orang besar di bawah kolong langit ini. Dia bagai matahari yang memberikan cahaya kepada orang lain, sedangkan dia sendiri pun bercahaya. Ibarat minyak kasturi yang baunya dinikmati orang lain, dia sendiri pun harum.

Selamat hari guru.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.