Banner sumsel

Gugatan PT 20% Ditolak, Effendi Ghazali : Hakim MK Sontoloyo

JAKARTA, koranindonesia.id – Pakar komunikasi politik, Effendi Ghazali mengaku, sangat kecewa atas ditolaknya permohonan gugatan tentang Presidensial Thersold (PT) yang tertera dalam Pasal 222 Undang-Undang (UU) No 7/ 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Atas rasa kecewa tersebut, Effendi pun menyebut Hakim MK sontoloyo.

“Sudah kami duga akan seperti ini karena pas minggu ini, ada isu kebohongan politik dan sontoloyo. Kurang lebih pihak kami mengatakan, jangan-jangan sebagian hakim inilah yang layak disebut melakukan kebohongan politik dan sontoloyo, dan saya siap disomasi,” ujar Effendi di kantor MK, Jakarta Pusat, Kamis, (25/10/2018).

Menurutnya, bahwa apa yang dianalogikan oleh hakim MK, terkait pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) Indonesia dengan di Amerika Serikat itu sangat keliru.

“Coba bayangkan, diambil contoh di Amerika Serikat, bahwa sekalipun yang menang itu popular vote, itu. Rakyat Amerika itu sudah tahu dan tidak pernah dibohongi, bahwa sekalipun anda milih terus populer vote-nya menang, belum tentu akan jadi presiden, karena rakyat Amerika sudah tahu sistemnya electoral collage,” katanya.

Gugatan yang diajukan oleh Effendi Ghazali, Reza Indragiri dkk itu sendiri, tertuang dalam gugatan bernomor perkara 54/PUU-XVI/2018. Gugatan itu ditolak oleh majelis hakim MK karena dinilai, tidak memiliki alasan yang kuat.

“Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Hakim MK, Anwar Usman ketika membacakan putusan.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.