Banner sumsel

Gubernur Sumsel Masih Ogah Teken UMP 2019

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) kini telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel 2019, sebesar Rp 2.840.453. Penetapan ini berdasarkan kesepakatan dengan Dewan Pengupahan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel, Koimuddin mengatakan, penetapan ini telah dilakukan pada 23 Oktober lalu, dan saat ini telah diajukan ke Gubernur Sumsel untuk diteken sehingga dapat menjadi dasar hukum dalam sistem pengupahan.

“Mungkin hari ini baru akan diteken oleh Gubernur Sumsel terkait UMP baru ini,” ungkap Koimuddin, Jumat (2/11/2018).

Untuk UMP Sumsel 2019 mendatang, mengalami kenaikan sebesar Rp208.048. Artinya, dari semula UMP 2018 yakni sebesar Rp2.595.994 menjadi Rp2.840.453. Jika telah ditandatangani, maka akan menjadi dasar hukum dan disampaikan kepada perusahaan agar mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami harap setiap perusahaan menaati aturan yang telah dibuat ini,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku bakal melihat kembali apakah penetapan UMP ini sudah sesuai dengan kebutuhan baik bagi buruh atau pun perusahaan. Karena itu, dia belum menandatangani penetapan UMP tersebut.

“Saya akan cari dulu informasi dengan turun langsung apakah ketetapan UMP ini sudah sesuai atau belum,” katanya.

Deru meminta waktu setidaknya satu pekan untuk mencari informasi ini. Jika memang nantinya sudah sesuai dengan kehidupan layak hidup, Deru berjanji SK itu akan langsung ditandatanganinya.

“Saya minta satu minggu ini untuk mengkajinya. Dewan Pengupahan nanti saya panggil lagi,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.