Banner sumsel

Gubernur Sumsel Belum Mau Tandatangani UMP, Ini Alasannya

PALEMBANG,koranindonesia.Id- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, belum mau menandatangani penetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019. Pasalnya orang nomor satu di Sumsel ini masih ingin mencari tahu informasi dengan turun langsung, apakah UMP yang ditetapkan sudah sesuai atau belum dengan kaidah hidup layak.

“Saya belum mau menandatanganinya, karena kami bakal melihat kembali apakah penetapan UMP ini sudah sesuai dengan kebutuhan baik bagi buruh atau pun perusahaan,” katanya, Senin (5/11/2018).

Deru berkeinginan UMP tahun depan itu benar-benar membuat buruh bisa hidup layak. Sehingga  ia belum akan menandatangani penetapan UMP tersebut. Sebelum ada data konkrit masalah kebutuhan hidup layak.

“Saya minta waktu setidaknya satu pekan untuk mencari informasi ini. Jika memang nantinya sudah sesuai dengan kebutuhan hidup layak, maka saya akan langsung tandatangani keputusan ini. Jika tidak sesuai maka pihaknya akan memanggil kembali dewan pengupahan untuk dikaji kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel, Koimuddin mengatakan penetapan ini telah dilakukan pada 23 Oktober lalu, dan saat ini telah diajukan ke Gubernur Sumsel untuk diteken sehingga dapat menjadi dasar hukum dalam sistem pengupahan.

“Untuk UMP 2019 mendatang mengalami kenaikan sebesar Rp 208.048. Artinya dari semula UMP 2018 yakni sebesar Rp 2.595.994 menjadi Rp 2.840.453. Jika nantinya telah ditandatangani oleh Gubernur Sumsel maka ini akan menjadi dasar hukum dan akan disampaikan kepada perusahaan agar mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.

Dirinya menambahkan untuk daerah di Sumsel yang telah memiliki dewan pengupahan tentunya akan ada penetapan UMK seperti Kota Palembang. Namun, jika suatu daerah belum memiliki dewan pengupahan maka mengacu pada UMP yang telah ditetapkan.
“Kami harap setiap perusahaan menaati aturan yang telah dibuat ini,” pungkasnya. (akr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.