Banner sumsel

Gubernur Jadikan Mura Sebagai Percontohan Pengembangan Tanaman Kakao di Sumsel

MUSI RAWAS, koranindonesia.id – Kabupaten Musi Rawas (Mura) luar biasa kaya dengan aneka budaya, kearifan lokal yang tetap terjaga serta hasil bumi yang melimpah. Ditambah dengan semangat inovasi dan kreatifitas warganya menjadikan kabupaten yang berusia 76 tahun ini menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan di Sumatra Selatan (Sumsel).

Dalam kunjungan kerja Gubernur H. Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia selama dua hari di Musi Rawas kemarin lalu. Menyempatkan waktunya melihat dari dekat pembibitan coklat di Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumsel.

Khusus pengembangan tanaman coklat di Desa Bamasco. Gubernur berharap kedepan Mura dapat dijadikan sebagai daerah percontohan bagi kabupaten/kota lainya di Sumsel, yang topografinya sama dengan Mura untuk dikembangkan sebagai sentra tanaman kakao atau coklat.

Yang jika digarap dengan serius, lanjut Gubernur akan mampu meningkatkan pendapatan petani karena harganya nyaris tidak mengalami fluktuatif sebagai mana yang terjadi pada komodisi karet dan sejenisnya. “Saya minta pada Dinas Perkebunan Provinsi untuk menjadikan Mura ini sebagai model percontohan bagi daerah lainnya di Sumsel, dalam hal pengembangan tanaman coklat,” tegas Herman Deru.

Lebih lanjut Gubernur menambahkan, selain tanaman kakao, tanaman lada perdu juga menjadi tanaman alternatif yang dimungkinkan akan dapat memberikan keuntungan bagi petani. “Saya kira Bupati Musirawas ini orang yang cerdas. Bisa membaca peluang. Dan ini patut dicontoh bagi daerah lainnya,” lanjut Gubernur.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Sementara itu, Bupati Mura H. Hendra Gunawan mengungkapkan, selain ditanam di lahan perkebunan milik rakyat. Tanaman kakao juga dijadikan tanaman pekarangan. “Sebelumnya, masyarakat kita tergantung dengan hasil tanaman karet. Namun sekarang kita anjurkan warga menanam coklat. Bukan saja dilahan perkebunan namun juga di pekarangan rumah,” tegas Hendra Gunawan.

Usai meninjau pusat pembibitan coklat, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Hj Febrita Lustia berkunjung ke Coklat Drflo Bamasco Chocolate yang merupakan rumah produksi pengolahan biji kakao, menjadi produk olahan coklat dengan kualitas ekspor yang letaknya tidak jauh dari pusat pembibitan coklat di Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri.

Ditempat ini, Herman Deru dan rombongan melihat dari dekat proses produksi coklat konsumsi sebelum dijual ke pasaran. Bahkan, mantan Bupati OKU Timur dua periode ini praktek langsung mengemas coklat konsumsi untuk dijual ke pasaran.

Dirumah produksi coklat ini Gubernur berjanji tahun ini juga Pemprov akan memberikan bantuan berupa mesin produksi berskala modern, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi. Namun dengan syarat kedepannya, rumah coklat ini dapat memberdayakan masyarakat setempat agar terlibat langsung dalam aktivitas produksinya. “Kedepan kita harapkan rumah coklat ini mampu meningkatkan produksinya. Masyarakat sekitar juga kita minta dilibatkan langsung dalam proses produksinya,” harap Gubernur.

Terkait dengan pemasaran hasil produksi selain secara online juga dilakukan secara konvensional, bahkan ada yang di eskpor ke Singapura. Karena itu, dia meminta pihak perbankan diajaknya untuk peduli dengan keberadaan industri kerajinan rakyat, UKM, dan UMKM sehingga dapat terus berkembang dalam memajukan sektor ekonomi kreatif masyarakat.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.