Banner sumsel

Giliran Tiga Petinggi LIB Diperiksa Satgas Antimafia Bola

JAKARTA, koranindonesia.id – Tiga orang petinggi PT Liga Indonesia Baru (LIB) diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola untuk mendalami terkait kasus pengaturan skor pertandingan di Liga Indonesia Divisi 2 antara PSS Sleman vs Madura FC.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasteyo mengatakan, ketiganya adalah Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan, Direktur Eksekutif PT LIB Risha Adi Wijaya, dan Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalom Boboy. Ketiganya diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. “Semuanya sudah hadir, mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri,” kata Dedi di Jakarta pada Senin, (1/4/2019).

Dedi menambahkan, dengan diperiksanya ketiga orang tersebut, maka penyidik Satgas Antimafia Bola sampai saat ini terhitung telah memeriksa 22 orang sebagai saksi. Mereka rencananya akan diperiksa selama April 2019 ini. Seluruh saksi yang diperiksa itu terkait dengan penahanan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat. “Yang diperiksa para pihak yang terkait, seperti perangkat pertandingan, juga bisa jadi manajemen tim, kemudian pemain. Jadi, para pihak yang sangat terkait dengan masalah match fixing di liga 2,” paparnya.

Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan setelah ini, Satgas Antimafia Bola akan kembali menetapkan tersangka baru untuk kasus tersebut. Namun, Dedi menyatakan pihaknya masih fokus pada tersangka yang telah ditetapkan lebih dulu. “Satgas Antimafia Bola masih berupaya untuk menuntaskan kasus tersebut, sebelum masa penugasan berakhir yang saat ini waktunya tinggal tersisa tiga bulan lagi,” terangnya.

Sejauh ini, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan 16 terangka dalam kasus dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia. Sejumlah nama petinggi PSSI ikut terseret menjadi tersangka yakni, anggota Komite Eksekutif (exco) yang sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih. Selain itu, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga ikut menjadi tersangka.

Kemudian, wasit Persibara melawan Persekabpas Nurul Safarid, mantan penanggungjawab PSMP Vigit Waluyo, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansur Lestaluhu, mantan anggota Komite Wasit Priyanto, dan anak Priyanto Anik Yuni Artika Sari. Selanjutnya, empat perangkat pertandingan Persibara melawan Persekabpas dengan inisial P, CH, NR, dan DS, Muhammad Mardani Mogot (sopir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija), Abdul Gofur (OB di PSSI), dan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. “Dari jumlah tersebut, 7 orang diantaranya telah diatahan. Paling terbaru yang ditahan ialah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Ia ditahan selama 20 hari sampai 13 April 2019,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.