Banner Pemprov 17 Agustus

Gerindra Mulai Incar Posisi Ketua MPR

 

AKARTA, koranindonesia.id – Anggota MPR RI dari Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid, menegaskan, posisi Ketua MPR RI selayaknya diberikan kepada Partai Gerindra. Karena Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, dengan resiko dikecam bahkan ditinggalkan oleh (sebagian) pendukungnya, berani melakukan pertemuan dengan Jokowi.

di Stasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7/2019) lalu.

Menurut Sodik, Presiden sudah ditetapkan KPU. Ketua DPR sudah diatur oleh UU MD3 sebagai hak  pemenang pertama pileg 2019-2024  yakni PDIP.

“Jabatan yang  sekarang ramai  dibahas dan diperebutkan adalah posisi Ketua MPR.Posisi ketua MPR ditetapkan melalui pemilihan oleh anggota MPR yang berasal dari anggota  DPR dan anggota  DPD, yang biasa dilaksanakan dengan pengajuan sistem paket,” papar Sodik lewat siaran pers yang diterima koranindonesia.id di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Sodik menjelaskan, pasca Pilpres sangat diramaikan oleh semangat dan dorongan utk  rekonsiliasi. Padahal sejatinya, rekonsiliasi hanya diperlukan jika ada salah satu kelompok dari bangsa Indonesia yang telah melanggar empat pilar bangsa yakni PancaSila,UUD 45,NKRI dan BTI.

“Akan tetapi faktanya,pasca pilpres yang hanya berupa  sebuah konstentasi  konstitusional,

semangat rekonsiliasi ini sangat kuat didorong oleh Presiden Jokowi dan oleh banyak tokoh tokoh dari berbagai kalangan,” paparnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, Inti rekonsoliasi adalah  memperkokoh  kembali semangat kebersamaan  demi kepetingan yg lebih besar yakni  kesatuan dan persatuan bangsa sebagai modal paling penting untuk  memperkuat kembali kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia  dalam segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi.

Hanya atas dasar inilah maka Prabowo Subianto,dengan resiko dikecam bahkan ditinggalkan oleh (sebagian) pendukungnya, berani melakukan pertemuan dengan Jokowi,” Sodik beralasan.

Jadi, semamgat  rekonsiliasi untuk kebersamaan serta kesatuan dan  persatuan bangsa ini, pertama-tama harus diwujudkan oleh para wakil rakyat anggota MPR, terutama oleh para pemimpin partai dalam menetapkan ketua  MPR.

Dengan semangat teresbut, Sodik menyebut komposisi terbaik adalah Ketua MPR dipgenag Gerindra. Ketua DPR oleh PDIP dan Presiden Jokowi.

“Komposisi ketua MPR dan DPR tersebut tanpa harus terkait dan menunggu komposisi terakhir koalisi oposisi dan koalisi di pemerintahan. Karena rakyat dan bangsa Indonesia sudah memahami keberadaan dan posisi PDIP serta  GERINDRA khususnya dalam pileg dan pilpres 2019-2024,” pungkasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.