Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Gerindra Diprediksi Calonkan Ariza di Pilkada DKI Jakarta

JAKARTA, koranindonesia.id – Partai Gerindra diprediksi lebih berpeluang mencalonkan kadernya sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ketimbang mengusung Anies Baswedan sebagai calon petahana.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, salah satu kandidat kuat yang berpeluang besar dijagokan Gerindra pada Pilkada DKI nanti adalah Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) yang sekarang ini sudah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta  menggantikan posisi Sandiaga Uno yang mulanya berduet dengan Anies pada Pilkada DKI 2017 lalu.

“Gerindra tidak punya kepentingan lagi terhadap Anies ketika Anies sudah tidak menjabat. Artinya, kemungkinannya mendukung Anies, bisa juga yang lain. Kalau yang lain, bisa saja Gerindra mendukung Ariza sebagai kadernya,” kata Ujang saat dikonfirmasi wartawan, Mingggu (7/2/2021).

Anies Baswedan bakal purna jabatan sebagai Gubernur DKI pada 2020 mendatang, setelah jabatan menjadi orang nomor satu di Jakarta itu lepas darinya, lanjut Ujang, Gerindra sudah tidak punya kepentingan politik dengan dirinya. Artinya, kemungkinan Anies  ditinggal gerbong Gerindra sangat besar.

“Gerindra belum tentu mencalonkan Anies lagi” kata Ujang.

Ujang menambahkan, Indikasi Gerindra bakal meninggalkan Anies pada Pilkada DKI, tercermin dari sikap partai besutan Prabowo Subianto itu menyikapi usulan untuk mengundur jadwal Pilkada DKI yang semula terjadwal pada tahun 2022 ke 2024.

Geridra merupakan salah satu partai politik yang menginginkan Pilkada DKI digelar pada 2024 sesuai dengan UU No 7/2017. “Kalau Gerindra mendukung Anies seharusnya Gerindra ngotot direvisi UU itu sehingga Pilkada di 2022,” ujarnya.

Sementara itu, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta tidak mau buru-buru membahas sosok calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta untuk menghadapi Pilkada DKI.

Sejauh ini, Gerindra belum memberikan bocoran Cagub-Cawagub DKI nanti. Belum pasti apakah mereka kembali mengusung  Anies Baswedan atau tidak.

“Nanti kan kalau memang sudah pasti Undang Undangnya memang 2022 ya baru kita bicara,” kata Ariza.

Ariza mengatakan, pihaknya masih belum mau berbicara calon pada Pilkada DKI agar masyarakat tetap kondusif. Karena isu pemilihan kepala daerah kerap kali memancing perdebatan hebat di tengah masyarakat.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.