Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Gawat !! 18 Anggota DPR RI Terpapar Covid-19. Anies Baswedan Minta Tutup Gedung

JAKARTA, koranindonesia.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengelola menutup gedung tempat berkantornya 18 anggota DPR RI yang sudah terkonfirmasi terpapar Covid-19.
Penutupan dilakukan untuk mensterilisasi kawasan itu demi menghindari penularan yang lebih luas. Penutupan gedung selama tiga hari ini juga telah diamanatkan Anies Baswedan dalam peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan gubernur nomor 33 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam menangani Covid-19 di DKI Jakarta.

“Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama 3 hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (7/10/2020).
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menjelaskan, tidak semua gedung dalam satu komplek ditutup total gara-gara kasus corona itu. Fasilitas yang ditutup adalah satu gedung yang menjadi kantor mereka yang sudah terpapar wabah mematikan itu.

“Seperti misalnya begini nih. Di Balai Kota, gedung yang di situ ada orang bekerja, tempat kasusnya positif, di situ harus ditutup. Tetapi gedung yang ini, yang tidak ada kasus positif, tidak harus ditutup.Jadi tidak ditutup seluruh komplek, tapi yang ditutup di gedung-gedung dimana di situ ditemukan orang yang positif,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin telah mengkonfirmasi bahwa sejumlah anggotanya terpapar wabah yang bermula dari Wuhan Tiongkok itu. Mereka kini sedang menjalani perawatan. “Ya anggota ada 18 (terpapar corona),” kata Azis Syamsuddin.

Sayangnya Azis enggan membeberkan nama-nama anggotanya yang terjangkit wabah ini. Dipertegas mengenai asal partai politik anggota DPR yang terpapar dia beralasan tidak mengetahuinya secara jelas mengenai hal itu. “Saya ndak tahu (dari fraksi mana),”ucapnya.
Penutupan gedung yang terdapat kasus corona memang belakangan marak terjadi. Bahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendir juga pernah menutup sejumlah perkantorannya termasuk gedung blok G Balai Kota DKI Jakarta lantaran wabah ini.
DPRD DKI Jakarta juga pernah melakukan hal serupa. Bahkan dua gedung DPRD DKI ditutup sekaligus setelah sejumlah legislator dinyatakan positif penyakit menular ini.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.