Banner pemprov Sumsel

Gawat, 10 Kursi PPP di DPRD Jakarta ‘Lenyap’ Semua

JAKARTA,koranindonesia.id – Perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di pemilu 2019 sangat memprihatinkan. Terjun bebas dibeberapa wilayah.

Di DKI Jakarta misalnya, suara PPP melorot. Untuk DPR RI dari tiga dapil tidak ada yang terisi. Begitupun dengan kursi DPRD. Padahal, sebelumnya di DPRD DKI Jakarta, PPP ada 10 kursi.

Melihat hasil ini, Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) DKI, Umar Zulkarnain Azis geleng-geleng kepala. Umar tak habis pikir, kondisi PPP tidak mendapat kursi tingkat DPRD Provinsi Jakarta pada pemilu legislatif 2019.

“Saya dengar informasi kalau PPP tidak mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Jakarta periode 2019-2024. Masa dari 10 daerah pemilihan di DKI tidak dapat kursi sama sekali perwakilan PPP,” ujar Umar di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Kursi PPP di DPRD Provinsi Jakarta periode 2014-2019 terbilang banyak yakni sepuluh kursi. Kini, sepuluh kursi itu hilang semua untuk periode 2019-2024. “Kok bisa PPP kehilangan kursinya semua,” tanya dia.

Sebagai partai tua, PPP justru kalah oleh partai ‘bau kencur’ Partai Solidaritas Indonesia. “Malah diambil kursinya oleh partai baru seperti PSI. Nah, anggota DPRD yang periode 2014-2019 kerjanya ngapain aja?”

Karena sudah memprihatinkan sekali, Umar mendesak, pengurus partai berlambang Ka’bah harus melakukan evaluasi total terutama pimpinan wilayah DKI Jakarta. “Segera lakukan evaluasi dan berbenah,” ujarnya.

Di samping itu, Umar mengatakan kepengurusan tingkat pusat juga harus segera melakukan evaluasi. Sebab, jangan sampai suara partai yang dikenal sebagai basis Islam ini malah punah. Namun, yang terpenting jangan menyalahkan pihak lain dengan merosotnya suara PPP.

Karena, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Suharso Monoarfa menduga lumbung suara PPP sengaja digerus oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dengan melakukan black campaign memanfaatkan kasus korupsi M Romahurmuziy (Romi).

“Jangan menyalahkan partai lain, tapi elit PPP harus instrospeksi diri. Partai lain juga tidak mungkin ikut campur dapur PPP, ngapain kita nuding-nuding pihak lain. Makanya, segera lakukan evaluasi, adakan rapat pimpinan,” tandasnya. (Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.