Gasak Motor Tetangga, Pria Ini Disergap Sedang Tidur

 

Palembang,koranindonesia.id–-Badriansyah warga Jalan PSI Lautan, Lorong Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II Palembang tak berkutik saat disergap aparat kepolisian dari rumahnya saat sedang tidur, Rabu (8/1) malam.

Selain Badariansyah, anggota Unit Reskrim Polsek IB Ii Palembang juga mengamankan Zulkifli warga Lorong Kelurahan, Kecamatan Gandus Palembang setelah keduanya terlibat aksi pencurian sepeda motor milik tetangga Badariansyah, pada 15 Desember lalu.

Kapolsek IB II Palembang Kompol Dudi Novery mengatakan, kedua pelaku melancarkan aksi pencurian dengan cara merusak gembok pagar rumah korban Indah Puspita.

Lalu pelaku merusak kunci kontak motor menggunakan kunci Y, namun kunci tersebut patah. Sehingga pelaku berinisiatif mengangkat sepeda motor tersebut keluar pagar dan mendorong motor curian tersebut menuju area Taman purbakala, Kecamatan Gandus.

“Berdasarkan laporan korban kita mulai melakukan penyelidikan dan dapat mengamankan tersangka Zulkifli,” kata Dudi saat memimpin gelar hasil ungkap kasus Polsek IB II Palembang, Kamis (9/1/2020).

Dari keterangan Zulkifli, Kapolsek menambahkan, pihaknya mendapat identitas tersangka Badariansyah yang tak lain merupakan tetangga korban. “Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap penadah motor hasil kejahatan para pelaku,” paparnya.

Dudi menjelaskan, kedua pelaku merupakan residivis kambuhan dan diketahui sudah lima kali keluar masuk penjara. Dalam kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti satu lembar STNK dan dua buah kunci kontak sepeda motor Honda BeaT BG 4121 ACS milik korban.

“Saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan atas perbuatannya akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan memberatkan,” jelasnya.

Sementara itu tersangka Zulkifli mengakui aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan bersama Badriansyah. “Saya dua kali mencuri motor dan semuanya dijual kepada Nana (DPO) di daerah Selapan, OKI,” tuturnya.

Menurutnya, setiap sepeda motor hasil kejahatan itu ia jual Rp3 juta dibagi dua masing-masing Rp1,3 juta. “Kami bagi dua dan sisanya Rp400 ribu kami belikan sabu untuk dikonsumsi,” imbuhnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.