Gasak Barang Berharga Majikan, Pegawai Pecel Lele Dijemput di Lampung

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Mega Firman (16) tak pernah menyangka kalau dirinya bisa sampai dijemput anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang dari rumahnya di daerah Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Minggu (17/11) malam.

Pegawai pecel lele ini diamankan petugas setelah dilaporkan membawa kabur sepeda motor, tiga unit ponsel dan dompet berisi uang Rp80.000 milik korban Krisdiantoro, yang tak lain adalah pemilik usaha tempatnya bekerja di Jalan Angkatan 66, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang, pada 16 November lalu.

Menindaklanjuti laporan tersebut Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang mulai melakukan penyelidikan hingga setelah mendapati keberadaan pelaku, Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Andrean langsung melakukan penjemputan terhadap pelaku di rumahnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Ginting mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapati keberadaan pelaku.

“Selama ini pelaku bekerja dan tinggal bersama korban, sehingga setelah mengetahui barang berharganya hilang serta pelaku juga sudah tidak ada lagi, maka langsung dicurigai pelakunya adalah Mega,” ujar Iptu Ginting, Senin (18/11).

Ginting melanjutkan, setelah melakukan penyelidikan pihaknya mendapati keberadaan pelaku sehingga langsung dilakukan penangkapan dan dalam penyergapan tersebut juga turut diamankan barang bukti satu unit motor Yamaha Vega ZR BG 2933 UT dan satu lembar STNK atas nama Ariansyah Suwandi, satu unit ponsel dan sebuah vape elektrik.

Serta atas perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dalam keadaan memberatkan. “Saat ini tersangka dan sejumlah barang bukti telah diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu tersangka Mega yang hanya bisa tertunduk lesu saat menjalani pemeriksaan mengakui bahwa telah mengambil sejumlah barang berharga milik korban sebelum akhirnya pulang ke kampung halamannya di Lampung.

“Aku ambil barang-barang itu untuk bisa pulang ke Lampung, tapi dua ponsel itu sudah saya jual seharga Rp828.000 saat dalam perjalanan pulang,” tutur tersangka.

Menurut Mega, untuk sepeda motor dan satu unit ponsel serta vape elektrik sengaja tidak ia jual karena untuk digunakan sendiri setelah kembali ke Lampung. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.