Bhintan Shalawat

Gagas Percepatan Penurunan Kemiskinan Lewat SIDAK

PALEMBANG, koranindonesia.id – Angka penurunan kemiskinan Palembang turun tidak signifikan padahal ditarget 2021 nanti berada di angka satu digit. Untuk mewujudkan itu, akan dilakukan update data setiap tahun melalui aplikasi SIDAK agar program setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Palembang tepat sasaran.

Kepala Bappeda dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, saat ini Palembang sudah memiliki aplikasi Sistem Informasi Data Kemiskinan (SIDAK). Data masyarakat miskin akan diupdate setiap tahun. Salah satunya aplikasi ini dapat menemukan data penduduk miskin Palembang mulai dari nama, alamat beserta foto.

“Kita anggarkan setiap tahun untuk pendataan dan update masyarakat miskin Palembang. Sebab saat ini berdasarkan data BPS ada 179.000 sedangkan data DBT ada 108.000 penduduk miskin,” ujarnya, Senin (15/4/2019).

Harrey mengatakan, dengan aplikasi ini nantinya akan, memudahkan setiap OPD mengaplikasikan programnya pada sasaran yang tepat. Sehingga benar-benar orang miskin yang dibantu oleh pemerintah. Dengan tepat sasaran dan update data yang dilakukan, pihaknya optimistis pada 2021 nanti angka kemiskinan Palembang tercapai satu digit.

“Masyarakat miskin terbanyak ada di wilayah kecamatan Jakabaring, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2, Plaju, dan Kertapati, dengan sebaran yang cukup banyak,” paparnya pula.

Sementara itu di kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, penurunan angka kemiskinan di Kota Palembang saat ini masih terbilang lambat. Untuk mempercepatnya, dibutuhkan peran serta dari semua stakeholder terkait. Dan hendaknya semua OPD harus menunjukkan aksinya daripada hanya berkutat dengan data. “Melalui kepala dinas masing-masing mari sama-sama kita bangun kebersamaan mewujudkan apa yang diinginkan,” pungkasnya.

(iya).

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.