Banner sumsel

Gagal Beraksi, Dua Jambret Diamuk Massa

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Syarif (23) bersama rekannya Alex (17), dua tersangka jambret ini harus menerima bogem mentah dari warga setelah motornya tergelincir di Jalan DI Panjaitan, tepatnya depan Giant Mall, Kecamatan SU II Palembang.

Aksi main hakim sendiri itu terhenti setelah Tim Buser Polsek Plaju yang sedang melakukan patroli keliling tiba di lokasi dan mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti sepeda motor, ponsel dan pistol mainan.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi keduanya berawal ketika mereka melintas di Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang dengan motornya. Tak lama, datang korban A yang juga mengendarai motor dan memotong kendaraan tersangka.

Melihat ponsel korban yang diletakan di dalam boks motor, timbullah niat Alex dan Syarif untuk menjambretnya. Mereka pun akhirnya membuntuti A dari arah belakang dengan motornya.

Setiba di Jalan Kapten Abdullah, tepatnya depan SPBU, Kecamatan Plaju, Palembang, mereka memepet korban dan merampas ponselnya. A yang tak ingin ponselnya hilang begitu saja mengejar kedua tersangka.

Aksi kejar-kejaran terjadi, tersangka sempat mengacungkan pistol mainan kearah korban yang terus mengejar. Apesnya, setiba di tempat kejadian perkara (TKP), motor yang digunakan mereka menabrak mobil yang ada di depannya.

Keduanya terjatuh dari motor dan sempat menjadi bulan-bulanan warga sekitar yang sudah kesal dengan perbuatan mereka.

Kapolsek Plaju AKP Riska Apriyanti membenarkan pihaknya sudah mengamakan kedua tersangka. “Saat anggota melakukan patroli keliling, mendapatkan laporan warga dan langsung menujuk ke TKP mengamankan mereka,” ujarnya.

Ia menerangkan, aksi kedua tersangka berawal dari Jalan Kapten Abdullah hingga ke depan Giant Mall. “ Saat dikejar mereka sempat mengacungkan pistol mainan kearah korban untuk menakut-nakuti agar tidak mengejar,” jelasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti sudah berada di Mapolsek Plaju guna proses hukum lebih lanjut. “Akan kita kembangkan diduga ada TKP lainnya. Kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun,” tutupnya. (ard/dp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.