Banner Pemprov 17 Agustus

Forum Komunikasi Angkatan ‘66 Prihatin Kondisi Bangsa Jelang Pemilu 2019

JAKARTA, koranindonesia.id – Forum Komunikasi Angkatan ’66 (FKA’ 66) merasa prihatin dengan situasi bangsa dan negara, terutama disaat Pemilu 2019. Ketua FKA ‘66, Deddy Abdul Qadir Baadilla menilai, telah banyak pelanggaran terhadap Undang Undang (UU) Pemilu yang dibuat oleh KPU dan diawasi Bawaslu. Begitu juga kebebasan berpendapat seolah-olah mulai hilang dengan keberpihakan yang sebenarnya tidak boleh terjadi.

“UU Pemilu yang mengatur sistem kampanye dengan larangan bagi Aparat Sipil Negara (ASN), untuk melakukan kampanye sepertinya tidak berlaku,” kata Deddy dalam Konferensi Pers ‘Nota Keprihatinan’ di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, pelanggaran justru sering dilakukan oleh kepala daerah mulai dari Gubernur hingga yang terendah. “Dengan tenang mengkampanyekan calon-calon presiden yang dipilihnya,” imbuh Deddy.

Dengan kondisi seperti itu, sambung Deddy, tentunya menjadi akan sangat sulit untuk menegakkan prinsip pemilu yang jujur dan adil. “Apalagi penyelenggaraan pemilu tinggal satu bulan lagi,” paparnya.

Untuk itu menurut Deddy, FKA ‘66 mendesak KPU untuk menegakkan aturan kampanye bagi siapa saja yang telah melakukan pelanggaran. “Kalau semua ini tidak diatasi segera, maka potensi kerawanan bisa terjadi dan akhirnya rakyat yang menjadi korban,” bebernya pula.

Bagi FKA ‘66 sendiri, siapapun yang terpilih sebagai pemimpin bangsa ini nantinya harus dihormati, asal dengan cara jujur tanpa saling mendzolimi. “Untuk itu kami mendesak aparat keamanan, baik polisi maupun TNI hendaknya berada di garis netral untuk mengawal pemilu yang jujur adil dan bermartabat,” tegasnya.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.