Bhintan Shalawat

Fokus Bangun Digitalisasi, Aplikasi OPD Harus Menginduk Diskominfo

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Palembang akan mengontrol keberadaan sosial media (sosmed) dan aplikasi yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kecamatan dan kelurahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ratu Dewa mengatakan, bagi OPD yang belum memiliki sosmed dan aplikasi akan dipandu untuk dibuatkan terutama untuk pelayanan kepada masyarakat. Mulai Selasa (9/4) akan dibuat Surat Edaran (SE) oleh Kominfo kepada OPD untuk memastikan keberadaan SDM menguasai bidang IT di setiap OPD. “Kita akan fokus bangun digitalisasi. Sosmed yang ada di OPD saya minta harus disinergikan dengan Kominfo. Kedua setiap OPD harus memiliki aplikasi khusus pelayanan,” kata Ratu Dewa, seusai melakukan tinjauan di Dinas Kominfo Palembang, Senin (8/4/2019).

Menurutnya, setiap OPD sudah ada sosmed dan beberapa aplikasi tapi belum sinergi dengan Kominfo. Ia memisalkan, keberadaan 13 titik CCTV di jalan-jalan yang dimiliki oleh Dishub. Menurutnya, tidak hanya sebatas CCTV saja melainkan bisa dikembangkan seperti membangun aplikasi parkir. Sehingga tidak ada pertemuan lagi antara petugas dan juru parkir pada proses Pendapatan Asli Daerah (PAD). Begitu juga pelayanan lainnya yang ada di OPD. Selanjutnya seperti e-budgeting, BPKAD, Dispenda, sehingga anggaran dan lainnya tidak bisa diotak-atik karena sudah terintegrasi. “Saya cek apakah server yang dimiliki Kominfo mampu menampung 49 OPD termasuk kecamatan sampai ke kelurahan, ternyata kita baru memiliki dua server,” paparnya.

Jumlah server tersebut kata dia, perlu ditambah. Supaya semua OPD bisa diakomodir seluruhnya. Karena kedepan pelayanan IT ini akan diserahkan sepenuhnya ke Kominfo. Menurut dia, OPD tak diperbolehkan lagi membuat aplikasi sendiri. Semuanya harus menginduk ke Kominfo.  “Kita akan anggarkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang Yanurpan Yani mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 10 tenaga ahli untuk mendukung program Sekda untuk mewujudkan digitalisasi setiap OPD. Pihaknya nanti bisa mengutus petugas untuk dikirim ke OPD menanyakan sesuai keinginan OPD untuk pembuatan aplikasi. “Jadi kita siapkan SDM, untuk presentasi ke OPD apa yang mereka inginkan terkait pelayanan masyarakat berbasis aplikasi,” bebernya.

Oleh karena itu, di setiap OPD sampai ke kelurahan harus menyiapkan sarana dan prasarananya, diantaranya jaringan internet, perangkat komputer, operator dan lainnya. “Kebutuhan ini akan dihitung berapa dibutuhkan untuk dianggarkan, mungkin bukan di dinas kita penganggarannya, melainkan mungkin di kecamatan dan OPD lainnya,” pungkasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.