Banner sumsel

Floating Market Bakal Dibangun di Jakabaring

PALEMBANG, Koranindonesia.id — Jakabaring Sport City  (JSC) bakal menjadi salah satu kawasan destinasi wisata baru di Palembang. Bahkan, kawasan dengan luas mencapai 700 hektar tersbeut bakal dilengkapi dengan fasilitas floating market.

Presiden Director JSC, Meina Fatriani Paloh, mengatakan, pengembangan JSC dilakukan, agar kawasan ini tetap hidup meski Asian Games sudah usai, apalagi dengan fasilitas yang dimiliki memiliki standar internasional. “Maka arahan kami pengembangan JSC akan dikembangkan menjadi sport tourism,” katanya.

Dengan pengembangan menjadi sport tourism, maka JSC akan menjadi tempat wisata yang dibuka untuk umum, dan juga di komersial untuk dapat digunakan dalam event-event penyelanggaraan baik itu olahraga ataupun wisata.

“Beberapa venue akan dibuka untuk menjadi destinasi wisata, seperti canowing (danau), shooting (menembak) archery (panahan) dan lainnya,” ujarnya.

Meina mengatakan, lantaran diarahkan untuk menjadi sport tourism, maka dikawasan JSC juga akan diselenggarakan bebarapa event wisata nantinya, seperti lomba Bidar, festival perahu naga hingga pemilihan duta wisata Palembang. “Dari dinas pariwisata juga akan mengisi kegiatan di JSC sebagai sinergitas kita,” ujarnya.

Kemudian di kawasan JSC akan dilengkapi dengan floating market sebagai fasilitas untuk wisatawan yang datang. “Rencananya untuk floating market dibangun seperti saung dan kita tempatkan di diarea sekitar danau, sehingga viewnya langsung menghadap ke danau,” ujarnya.

Perlunya pengawasan ini dikembangkan menjadi komersil, agar juga mengurangi ketergantungan terhadap APBD provinsi Sumsel dalam hal pengelolaan JSC, selain juga yang terpenting tetap menghidupkan kawasan ini selepas event akbar Asian Games.

“Jadi kita berdayakan JSC, karena APBD tidak mungkin untuk JSC saja, apalagi secara keseluruhan pengelolaan kawasan ini sekitar 350 hektar, dengan 22 veneu yang ada dan ini untuk kebersihan, listik, air dan lainnya harus dipenuhi,” jelasnya.

Ia mencontohkan, satu venue saja untuk menembak misalnya, abodemen untuk listriknya saja bisa mencapai Rp100 juta per bulan. Dana ini menurutnya belum yang lainnya, jika ada kerusakan, misal kerusakan dan sebagainya harus diperbaiki.

“Karena itu kita arahkan semua veneu ini tetap digunakan, karena digunakan atau tidak maintenance juga terus jalan,” jelasnya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.