Banner sumsel

Februari Integrasi BRT dan LRT Terealisasi

PALEMBANG, Koranindonesia.id – PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) memastikan interkoneksi antara Bus Rapit Transit (BRT) dan Light Rail Transit (LRT) akan segera terealisasi. Hal ini juga lantaran SP2J mendapatkan 15 bus bantuan Kementerian Perhubungan.

Direktur Operasional PT SP2J Antony Rais mengatakan, interkoneksi antar moda bus Trans Musi dengan LRT segera dimulai. Sebab, baik saran maupun teknis sudah ada, tinggal menunggu pengurusun izin trayek dan kendaraan.

Interkoneksi sudah dibahas dalam rapat terpadu baik itu dengan pihak pengelola LRT, BRT maupun yang lainnya. Bahkan, untuk sarana bus juga sudah diterima secara simbolis dari Menhub bebarapa waktu lalu

“Rencananya untuk interkoneksi antara LRT dan BRT akan kita buat tiket terusan. Dimana, akan di tujukan terlebih dahulu untuk mahasiswa dan belum untuk umum,” katanya, Senin (29/10/2018).

Ia menjelasnya, teknisnya misal mahasiswa naik BRT dari Alang-Alang Lebar (AAL) kemudian berhenti di stasiun Asrama Haji dan lanjut naik LRT hingga ke kampus di kawasan Plaju, atupun dari naik LRT mau naik ke BRT dan seterusnya, maka akan berlaku tiket terusan ini.

Mahasiswa yang menggunakan BRT nantinya akan bayar Rp4000 lanjut ke LRT bayar Rp6000 dan jika lanjut lagi ke Indralaya (Kampus Unsri) naik Damri bayar Rp5000.

“Secara teknis nanti kurang lebih akan seperti ini, namun ini akan kita bahas di rapat lanjutan termasuk soal izin trayek dan kendaraan serta lainnya,” jelasnya.

Berkaitan dengan BRT yang digunakan untuk interkoneksi berupa tiket terusan ini, dari Menhub sudah memberikan 15 bus bantuan, dimana ini secara simbolis sudah diterima 5 unit dan 10 laginya menyusul.

“Karena butuh persiapan baik soal pengaturan trayek dan izin-izin, maka perkiraan interkoneksi ini akan mulai dilaksanakan sekitar Februari tahun depan,” ujarnya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.