Banner sumsel

Faktor Lalai Penyebab Korban Tewas Lakalantas Meningkat

LAHAT, koranindonesia.Id – Kendati kerap diingatkan akan keselamatan berlalu lintas, namun tak membuat angka kecelakaan menurun.  Bahkan  tercatat di wilayah hukum Polres Lahat mengalami peningkatan. Pada September tahun ini saja sudah terjadi 61 kasus, dengan korban meninggal dunia (MD) 49 orang, 22 luka berat (LB), 51 luka ringan (LR), dengan kerugian materi mencapi Rp 151 juta 900 ribu. Angka ini diatas dari tahun 2017 yang mencapai 58 kasus, dan tahun 2016 hanya 50 kasus.

“Benar, tahun ini angka kecelakaan meningkat. Jumlah korbannya pun meningkat,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya, Rabu, (17/10/2018).

Dani membeberkan, untuk tahun 2016 saja ada 50 kasus, dengan korban MD 37 orang, LB 21 orang, LR 42 orang, taksiran kerugian material Rp 140 juta. Angka ini mulai meningkat di tahun 2017 sebanyak 58 kasus. Dengan korban MD 48 orang, LB 22 orang, LR 42 orang, dan kerugian material Rp 244 juta.

“Untuk menekan angka kecelakaan lantas ini, kita terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui sosialisasi safety driving, di sekolah-sekolah maupun komunitas otomotif di lahat,” beber Dani.

Disinggung penyebab meningkatnya angka kecelakaan, Dani mengatakan, selain tekstur jalan, ditambah banyaknya truk berukuran besar yang berbagi jalan dengan pengendara lain. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, mayoritas peristiwa kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi kendaraan.

“Mulai dari kondisi fisik lelah, hingga akibat kurang konsentrasi selama mengemudi. Belum lagi karena kendaraan tidak layak jalan, mulai dari persoalan rem hingga komponen lainnya,” tutupnya. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.