Fahri Hamzah Ultimatum KPK Jangan ‘Ngerem’ Usut Kasus Ini

JAKARTA, koranindonesia.id-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki ribuan amplop dalam kasus OTT anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso untuk Pemilu 2019.

Pasalya, KPK sendiri yang mengatakan bahwa ribuan amplop itu hendak digunakan untuk serangan fajar pada 17 April nanti.

“Lah gimana orang KPK yang mengumumkan begitu kok. Kan KPK yang mengumumkan rencana serangan fajar. Rencana serangan fajar itu politik, bukan amal jariyah, bukan yatim piatu urusannya ini. Ini politik, ya harus di terusin jangan kemudian keliatan ngerem begitu,” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dirinya curiga banyak aparat hukum yang sebelumnya terlihat garang tapi kemudian memilih “ngerem”. Sama juga seperti kasus AKP Sulman Ajiz, mantan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut yang mencabut pernyataannya tentang perintah penggalangan dukungan untuk Capres petahana Jokowi dari Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

“Jadi kayaknya banyak aparat ini ada polisi yang ngaku abis itu ngerem, KPK menangkap rencana serangan fajar ngerem, ini ngerem-ngerem ini yang bikin kita jadi ragu. Bener gak aparat ini bekerja dengan independen. Jangan-jangan mereka gampang diteken juga kalau ngerem ya itu yang jelek,” ungkap Fahri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut 400 ribu amplop bersisi uang pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang disita dari tersangka Bowo Sidik Pangarso, Anggota Komisi VI DPR RI bukan “logistik” pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

“‎Untuk logistik nomor satu pilpres sama sekali tidak,” kata Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK di Jakarta, Kamis malam (28/3/2019).

Menurutnya, uang sekitar Rp8 miliar pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang sudah dimasukkan ke dalam sekitar 400.000 amplop kemudian disimpan dalam 84 kardus itu akan digunakan untuk “serangan fajar” yang akan dilakukan Bowo sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah II.

‎”Hasil pemeriksaan untuk dia [Bowo Sidik Pangarso] mencalonkan diri kembali [calon aggota DPR RI],” kata Basaria dikonfirmasi soal ratusan ribu amplop berisi uang Rp20.000 dan Rp50.000.

Bukan hanya itu, Basaria juga memastikan tidak ada tanda atau simbol tertentu yang identik dengan pasangan calon presiden-wakil presiden tertentu dalam amplop tersebut. “Kita pastikan tidak,” ujarnya.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.